Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial

    Pesawat Kargo Berusia 32 Tahun Keluar Landasan di Miami, 5 Tewas, Pakar Soroti Proses Pendaratan - Tribunnews

    6 min read

     

    tribunbali.com A-A+ ILUSTRASI PESAWAT - Pesawat kargo Amazon keluar dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Sedikitnya lima orang tewas dan lima lainnya terluka dalam kecelakaan tersebut. 
    Ringkasan Berita:
    • Pesawat kargo Amazon keluar landasan saat mendarat di Bandara Internasional Miami, Minggu (6/9/2026), menabrak kendaraan dan terbakar hingga menewaskan sedikitnya lima orang 
    • Pesawat Boeing 767-300 berusia sekitar 32 tahun itu dioperasikan 21 Air untuk Amazon Prime Air 
    • Cuaca, kondisi pesawat, dan proses pendaratan menjadi fokus penyelidikan FAA dan NTSB

    TRIBUNNEWS.COM, MIAMI - Pesawat kargo Amazon keluar dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

    Sedikitnya lima orang tewas dan lima lainnya terluka dalam kecelakaan tersebut.

    Federal Aviation Administration (FAA) mengonfirmasi pesawat yang terlibat adalah Prime Air Flight 7598, Boeing 767-300 yang berangkat dari Luis Muñoz Marín International Airport di San Juan, Puerto Rico.

    Pesawat tersebut dioperasikan oleh perusahaan kargo 21 Air untuk Amazon.

    Pesawat keluar dari landasan saat mendarat dan kemudian menabrak sejumlah kendaraan di sekitar area bandara sebelum terbakar.

    Pejabat Miami-Dade County mengatakan tiga korban mengalami luka kritis, sementara dua korban lainnya menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi yang tidak terlalu parah. 

    Pihak berwenang masih menyelidiki apakah lima korban meninggal dunia berada di dalam pesawat atau kendaraan yang ditabrak.

    Baca juga: Pesawat Jatuh Hantam Apartemen dan Restoran di Brasil, Menewaskan 7 Orang

    Kepala Miami-Dade Fire Rescue Ray Jadallah mengatakan pesawat menabrak sejumlah kendaraan dan menyebabkan beberapa orang terjebak.

    Petugas juga harus mengevakuasi seseorang yang terperangkap di bawah kendaraan. Lebih dari 60 unit pemadam dan penyelamat dikerahkan ke lokasi. 

    Kecelakaan tersebut memicu kebakaran hebat dan kepulan asap hitam yang terlihat membubung dari pesawat.

    Petugas pemadam kebakaran menggunakan busa untuk memadamkan api. Mereka juga menangani kebocoran bahan bakar dari pesawat setelah kecelakaan.

    Pesawat kemudian berhenti di area dekat jalan dan sejumlah kendaraan. Foto dari lokasi menunjukkan badan pesawat dalam posisi bagian depan mengarah ke tanah, sementara bagian ekor terangkat.

    Operasional Bandara Terganggu

    Kecelakaan tersebut sempat menghentikan seluruh aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Miami.

    Miami-Dade Aviation Department menyatakan seluruh landasan pacu dan taxiway ditutup setelah kecelakaan. FAA kemudian memberlakukan ground stop untuk penerbangan di bandara tersebut.

    Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean Duffy memperingatkan penumpang mengenai kemungkinan keterlambatan signifikan dan pembatalan penerbangan akibat insiden tersebut.

    Menurut FlightAware, ratusan penerbangan mengalami keterlambatan dan sejumlah penerbangan dibatalkan akibat gangguan operasional di bandara.

    Pesawat Berusia 32 Tahun

    Pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan Boeing 767-300 yang telah berusia sekitar 32 tahun.

    Menurut Flightradar24, pesawat tersebut awalnya digunakan sebagai pesawat penumpang oleh sejumlah maskapai sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2015.

    Pesawat itu menggunakan nomor registrasi N1997A dan dioperasikan oleh 21 Air untuk Amazon Prime Air.,

    Data Flightradar24 menunjukkan pesawat menyentuh landasan sekitar pukul 13.53 waktu setempat. Pesawat kemudian keluar dari area landasan dengan kecepatan sekitar 112 knot berdasarkan data ADS-B yang diterima sebelum kecepatannya terakhir tercatat sekitar 69 knot.

    Baca juga: Pelita Air Benarkan Pesawat Jatuh di Nunukan, Hendak Kembali ke Bandara Juwata usai Kirim BBM

    Cuaca Jadi Salah Satu Faktor yang Diselidiki

    Penyebab kecelakaan belum diketahui dan masih dalam penyelidikan FAA serta National Transportation Safety Board (NTSB).

    Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan.

    Flightradar24 mencatat adanya badai petir ketika pesawat mendarat.

    Data cuaca menunjukkan angin sekitar 17 knot dengan hembusan hingga 26 knot atau sekitar 48 km per jam. 

    Namun, belum ada kesimpulan bahwa cuaca menjadi penyebab kecelakaan.

    FAA menyatakan penyelidikan terhadap insiden tersebut akan dilakukan, sementara NTSB juga mengumpulkan informasi terkait kecelakaan. 

    Amazon menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses penyelidikan.

    “Kami bekerja sama erat dengan pihak berwenang dan pejabat setempat untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi,” kata juru bicara Amazon Kelly Nantel.

    Amazon juga menyatakan prioritas utama perusahaan adalah keselamatan, kesejahteraan, dan penanganan seluruh pihak yang terdampak kecelakaan tersebut. 

    Pakar Soroti Proses Pendaratan

    Pakar keselamatan penerbangan Steve Arroyo mengatakan penyelidikan perlu melihat apakah pesawat mendarat di zona pendaratan yang ditentukan.

    Zona pendaratan umumnya berada dalam 3.000 kaki atau sekitar 914 meter pertama dari landasan pacu.

    “Apakah pesawat mendarat di dalam zona pendaratan yang ditentukan? Jika iya, apa yang terjadi? Apakah berkaitan dengan cuaca atau masalah mekanis?” ujar Arroyo.

    Jika pesawat mendarat melewati zona tersebut, menurut Arroyo, penyelidik juga perlu mengetahui mengapa pilot tidak melakukan go-around atau membatalkan pendaratan untuk kembali mencoba mendarat.

    “Itu merupakan prosedur yang berlaku di seluruh dunia,” katanya. (AP/Gulf News/Flightradar24/KPBS/CBS News)

    Komentar
    Additional JS