Peru Putus Hubungan dengan Iran, Sorot Gangguan di Selat Hormuz - detik
Kementerian Luar Negeri Peru mengumumkan bahwa negara tersebut telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Pemerintah Peru menuduh Teheran menghasut "eskalasi konflik" di Timur Tengah dan menghambat transit maritim di Selat Hormuz.
Mengutip sikap pasifis historis, pemerintah Peru "telah mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran," kata kementerian Peru itu dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (1/9) waktu setempat.
Perang di Timur Tengah telah kembali berkobar dalam beberapa hari terakhir, dengan serangan baru AS terhadap Iran pada hari Minggu lalu, dan serangan balasan sejak saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peru memandang dengan keprihatinan mendalam soal pembatasan ketat yang diberlakukan oleh rezim Iran, serta gangguan perdagangan internasional melalui Selat Hormuz," kata kementerian Peru itu dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/9/2026).
Presiden konservatif Peru, Keiko Fujimori telah mengambil langkah-langkah untuk bergabung dengan inisiatif Shield of Americas gagasan Presiden AS Donald Trump, beberapa hari setelah menjabat pada 28 Juli lalu. Ini menandakan kesediaan pemerintah Peru untuk bekerja sama dengan Washington.
Beberapa hari lalu, negara tetangga Peru, Chile, mengumumkan penutupan kedutaan besarnya di Teheran, Iran, tapi tidak memutuskan hubungan diplomatik karena alasan ekonomi dan keamanan.
Timur Tengah saat ini kembali memanas setelah militer Amerika Serikat mengumumkan pasukannya menggempur target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di wilayah Iran pada Selasa (1/9) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam lebih banyak serangan yang lebih dahsyat, jika Teheran membalas.
Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Rabu (2/9/2026), mengumumkan bahwa pasukan AS telah menuntaskan gelombang serangan terbaru terhadap target-target militer Iran.
"Pasukan AS menyerang target-target Korps Garda Revolusi Islam (Iran), termasuk lokasi pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, dan lokasi komunikasi," kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X pada Rabu (2/9).
Serangan-serangan ini merupakan respons terhadap upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, dan terhadap para personel militer Amerika yang dikerahkan ke kawasan tersebut," sebut pernyataan CENTCOM.
Laporan televisi pemerintah Iran menyebutkan bahwa rentetan ledakan terdengar di sekitar Pulau Qeshm dan di dekat Selat Hormuz. Menurut televisi pemerintah Teheran, lebih dari lima ledakan terdengar di dekat desa Mesen di Pulau Qeshm, sedangkan empat ledakan lainnya terdengar dari arah Selat Hormuz.
Simak juga Video 'Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Amerika':
(ita/ita)