Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Featured Spesial

    Pertama di Dunia, China Disebut Bangun Kapal Induk untuk Drone Bawah Air - Kompas

    4 min read

     

    BEIJING, KOMPAS.com - Analisis citra satelit terbaru mengungkap keberadaan proyek pembangunan kapal perang amfibi tak biasa di galangan kapal Hudong-Zhonghua, Shanghai, China. 

    Kapal sepanjang 204 meter tersebut diyakini para ahli pertahanan sebagai kapal induk amfibi pertama di dunia yang dirancang khusus untuk membawa dan mengerahkan kendaraan bawah air tanpa awak ekstra-besar (XLUUV). 

    Langkah ini menandai lonjakan inovasi militer Beijing guna mendominasi ruang bawah laut di kawasan Pasifik Barat dan Laut China Selatan.

    Desain kapal ini dilengkapi dek sumur basah di bagian buritan, serta 12 lengan jack-up vertikal yang berfungsi menurunkan drone raksasa ke dalam air.

    Susul SpaceX, Roket Zhuque-3 China Sukses Mendarat Vertikal untuk Kali Pertama

    Baca juga: China Berlakukan Zona Larangan Terbang Sekitar Beijing, Hampir Seluas Italia

    Kapal induk ini diperkirakan sanggup mengangkut sedikitnya empat unit drone bawah air berukuran hingga 45 meter.

    Ukuran tersebut dua kali lipat lebih besar dibanding drone bawah air Orca milik Angkatan Laut Amerika Serikat.

    "Penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa itu adalah kapal induk kapal selam drone khusus," kata Peneliti Royal United Services Institute, Alessandro Arduino, dikutip dari The Independent, Jumat (18/9/2026). 

    "Bukti dari citra satelit tersebut membuat kemungkinan itu semakin sulit untuk diabaikan," sambungnya.

    Baca juga: Kapal Beijing Tabrak Kapal Filipina di Laut China Selatan

    Potensi perubahan peta kekuatan maritim

    Pengerahan kapal induk drone bawah air ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan maritim kawasan, khususnya bagi negara-negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, hingga India. 

    Drone bawah air China diketahui memiliki jangkauan jelajah hingga lebih dari 10.000 mil laut, jauh melampaui kapabilitas alutsista sejenis milik AS maupun Inggris. 

    Ukurannya yang fleksibel memungkinkan kapal selam tak berawak ini menyusup ke perairan dangkal untuk memetakan kondisi salinitas, suhu, serta membangun basis data tanda akustik kapal musuh secara siluman.

    Keberadaan armada otonom ini sekaligus menutupi minimnya pengalaman tempur riil tentara China sejak 1979 lewat efisiensi penggabungan sensor berkecepatan mesin.

    Peneliti dari Lembaga Takshashila India, Aditya Ramanathan menyoroti dampak keterlibatan platform baru ini bagi lanskap pertahanan regional.

    Baca juga: Situs Pemerintah AS Ketahuan Pakai AI Asal China

    "Ini adalah jenis platform yang baru. Saya tidak mengetahui negara lain yang memiliki kapal induk kapal selam yang dirancang khusus," ujarnya. 

    "Kapal tanpa awak ini meningkatkan kemampuan Tiongkok untuk mendominasi wilayah bawah laut, dan akan semakin sulit bagi negara-negara saingan untuk mendeteksi mereka," sambungnya.

    Di tengah tingginya ketegangan di Laut China Selatan usai putusan pengadilan Den Haag 2016 yang ditolak Beijing, pengerahan kapal induk drone ini dipandang sebagai jawaban China atas doktrin perang terdistribusi Hellscape milik AS. 

    Dengan kapasitas galangan kapal China yang diperkirakan 200 kali lipat lebih besar dibanding AS, uji coba laut kapal induk ini diprediksi selesai dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

    Kombinasi antara armada otonom berbiaya rendah dan kapal induk pengerah ini dinilai akan menggeser doktrin pertempuran laut masa depan dari operasi angkatan laut tradisional menuju peperangan berbasis drone yang masif.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Drone China TP200 Bisa Terbang 24 Jam "Nonstop"!

    Komentar
    Additional JS