Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Kuwait Spesial UEA

    Militer Iran Serang Sistem Satelit dan Hanggar di Pangkalan AS di Kuwait serta Pangkalan Al Minhad di UEA - SindoNews

    10 min read

     

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Kamis, 03 September 2026 - 16:28 WIB

    Militer Iran Serang...

    Iran meluncurkan drone ke pangkalan AS di Timur Tengah. Foto/mehr

    A A A

    TEHERAN - Militer Iran menyatakan telah menyerang sistem komunikasi satelit, gudang peralatan, dan hanggar jet tempur di Pangkalan Ahmad Al-Jaber di Kuwait. Mereka menyebutnya sebagai tahap ke-31 dari operasi bernama "Saiqa," atau "Kilat."

    Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita semi-resmi Tasnim, bagian humas militer Iran menyebutkan rudal dan pesawat nirawak (drone) digunakan dalam serangan tersebut, yang menurut mereka merusak sistem komunikasi dan hanggar pesawat.

    Mereka menyatakan pangkalan tersebut "memainkan peran penting" dalam mendukung pasukan AS di kawasan itu serta operasi udara dan pengintaian mereka.

    Pernyataan itu menyebutkan pasukan Iran juga menyerang lokasi penempatan pasukan dan sistem radar di pangkalan udara Al Minhad di Uni Emirat Arab, yang digambarkan sebagai pusat penting bagi dukungan dan mobilitas udara pasukan asing.

    Militer Iran menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas jatuhnya korban di pihak angkatan bersenjata mereka sebelumnya.

    Iran memperingatkan tanggapan mereka terhadap serangan lanjutan "akan keras dan menghancurkan" serta akan terus berlanjut "hingga kemenangan akhir."

    Bulan Sabit Merah Iran telah meminta Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menyelidiki serangan rudal Amerika Serikat yang menghantam satu pesta pernikahan di kota Kuhestak, wilayah selatan, yang menewaskan empat orang dan melukai puluhan lainnya.

    Dalam surat yang ditujukan kepada mahkamah tersebut pada hari Rabu, organisasi kemanusiaan itu menyatakan serangan tersebut menuntut "penyelidikan yang independen, tidak memihak, menyeluruh, dan efektif" mengingat "status sipil lokasi tersebut."

    Serangan yang terjadi pada pukul 21.30 waktu setempat (18.00 GMT) hari Selasa itu menewaskan empat orang dan melukai 67 orang.

    Kelompok tersebut memperingatkan jumlah korban tewas mungkin bertambah "mengingat kondisi kritis beberapa korban luka."

    Korban tewas terdiri dari dua perempuan dan dua anak-anak, yang masing-masing berusia empat dan 16 tahun. Seorang pejabat Iran mengatakan sebagian besar korban luka juga merupakan perempuan dan anak-anak.

    Bulan Sabit Merah menyatakan serangan tersebut dapat dikategorikan sebagai "kejahatan perang," seraya mencatat hukum internasional melarang serangan yang ditujukan kepada warga sipil atau objek sipil, ataupun peluncuran serangan yang diketahui dapat menyebabkan kerugian sipil yang tidak proporsional.

    Baca juga: Iran Capai Kemajuan Militer Setara Satu Dekade dalam 15 Bulan

    (sya)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      Perang AS-Israel vs...

      Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Berbagai Organisasi...

      Iran Sita Tongkang karena...

      Militer Iran Serang...

      Uji Rudal Antarbenua...

      Balas Dendam Berlanjut,...

      Menlu Rubio Remehkan...

      Komentar
      Additional JS