Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Featured Laut Arktik Rusia Selat Hormuz Spesial Terusan Suez

    Lupakan Hormuz dan Suez, Rusia dan China Terobos Jalur Perdagangan Baru lewat Laut Arktik - SindoNews

    10 min read

     

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Jum'at, 04 September 2026 - 14:31 WIB

    Lupakan Hormuz dan Suez,...

    Saat krisis Laut Merah membara dan konflik Timur Tengah melumpuhkan rute perdagangan global, poros China dan Rusia mencatatkan sejarah baru. Foto/Dok RT

    A A A

    JAKARTA - Saat krisis Laut Merah membara dan konflik Timur Tengah melumpuhkan rute perdagangan global Selat Hormuz , poros China dan Rusia mencatatkan sejarah baru. Kapal kontainer raksasa asal China, Xin Xin Hai 1 resmi bersandar di Pelabuhan Murmansk, Rusia Utara, setelah sukses melintasi Laut Es Kutub Utara via Northern Sea Route (NSR).

    Kehadiran kapal milik NewNew Shipping Line ini menandai era baru dalam megaproyek Ice Silk Road (Jalur Sutra Es), sebuah strategi geopolitik yang berpotensi memangkas dominasi Terusan Suez dan merombak peta logistik dunia.

    Lintasan NSR yang membentang di sepanjang perairan Arktik Rusia menawarkan efisiensi ekstrem. BUMN Nuklir Rusia, Rosatom mengonfirmasi bahwa rute Kutub Utara ini mampu memangkas waktu pelayaran hingga dua minggu lebih cepat untuk menghubungkan Asia Timur dan Eropa Utara dibandingkan rute konvensional.

    Baca Juga: Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem

    Kapal pertama tersebut sukses membongkar 500 kontainer komponen otomotif di Pelabuhan Murmansk, menjadikannya tonggak sejarah logistik kedua negara. Gubernur Wilayah Murmansk, Andrey Chibis membeberkan fakta bahwa China menyumbang sekitar 40% dari total perdagangan luar negeri wilayah tersebut sepanjang 2025.

    Baca Juga: Dua Kali Lipat dari AS, Nilai Kekayaan Alam Rusia Capai USD100 Triliun

    CEO NewNew Shipping Line, Ke Jin mengumumkan, rencana pengerahan 6 kapal kontainer kelas Arktik baru berkapasitas 4.800 kontainer. Empat kapal akan beroperasi mulai Oktober 2026 untuk melayani rute secara rutin dua kali sebulan.

    Alternatif Sakti di Tengah Perang AS-Iran dan Krisis Terusan Suez

    Eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Iran yang mengganggu arus kapal di Terusan Hormuz serta ketidakstabilan di Laut Merah membuat rute Kutub Utara menjadi incaran baru negara-negara raksasa Asia.

    Konsul Jenderal China di St. Petersburg, Luo Zhanhui menegaskan, komitmen Beijing untuk terus menjadi "jembatan" investasi dan memperkuat infrastruktur pelabuhan di Arktik . Mengikuti jejak China, Korea Selatan telah meluncurkan pelayaran uji coba ke Eropa via NSR, sementara India dijadwalkan menyusul pada 2027.

    (akr)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Infografis

    Trade Misinvoicing dan...

    Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    Pemerintah Daerah Didorong...

    Jangkau Timika, Asabri...

    GAPKI Dukung Inpres...

    Indonesia Sodorkan Penawaran...

    Pertamina NRE Teken...

    Setelah Swasembada Beras,...

    Komentar
    Additional JS