Kuasai Ladang Minyak Venezuela, AS Singkirkan China dan Rusia - SindoNews
Selasa, 01 September 2026 - 21:20 WIB

AS mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan asal China dan Rusia. FOTO/AP
A A A
WASHINGTON - Perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) North American Blue Energy Partners (NABEP) akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan asal China dan Rusia. Penguasaan ladang minyak tersebut menjadi bagian dari kesepakatan produksi minyak berskala besar antara AS dan Venezuela yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
"Tidak hanya membuka peluang baru bagi pemerintah AS dan operator AS untuk memperoleh manfaat, kami juga membuka Amerika Serikat sebagai pasar bagi minyak yang sebelumnya dikirim ke China," kata seorang pejabat AS dikutip dari Reuters, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga: AS Kendalikan Cadangan Minyak Venezuela 65 Miliar Barel Senilai Rp1.775 Triliun
Dua pejabat AS mengatakan NABEP mendapatkan 14 kontrak baru dari Pemerintah Venezuela dan diperkirakan akan mengendalikan total 17 proyek minyak di negara tersebut. Perusahaan itu berencana mengembangkan proyek-proyek tersebut untuk memasok minyak ke pasar AS.
Dari 14 proyek baru tersebut, lima wilayah kerja sebelumnya dioperasikan perusahaan China melalui skema kerja sama yang dipromosikan pemerintahan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sementara satu ladang sebelumnya dikelola perusahaan Rusia. Dua proyek lainnya dioperasikan afiliasi Alex Saab, mantan orang dekat Maduro yang kini berada dalam tahanan AS.
Kesepakatan tersebut memperkuat posisi perusahaan AS dalam pengelolaan aset energi strategis Venezuela sekaligus mengurangi peran China dan Rusia yang selama bertahun-tahun memiliki kepentingan besar dalam sektor energi negara tersebut. Washington juga memperoleh peran lebih besar dalam menentukan arah produksi dan pemasaran minyak Venezuela.
Trump sebelumnya mengatakan AS telah mendapatkan akses terhadap sekitar 64 miliar barel cadangan minyak terbukti Venezuela melalui kemitraan dengan sektor swasta. Pada Senin, Trump juga menyebut AS sedang mengambil jutaan barel minyak Venezuela yang saat ini dikirim ke sejumlah kilang di Texas dan Louisiana.
Baca Juga: 1.000 Tentara Israel Tewas dalam Serangan Balasan Iran
NABEP sebelumnya dimiliki pengusaha minyak AS Harry Sargeant dan kini dikendalikan pengusaha Venezuela Alejandro Betancourt. Perusahaan tersebut menjadi salah satu kendaraan bisnis yang diproyeksikan untuk mengembangkan aset minyak Venezuela dan meningkatkan pasokan ke pasar AS.
Di sisi lain, pemerintahan sementara Venezuela dan perwakilan Majelis Nasional 2015 sedang melakukan pembicaraan untuk memulihkan tatanan konstitusional sekaligus menyelesaikan persoalan hukum terkait masa transisi pemerintahan. Pemerintahan Trump memandang Majelis Nasional 2015 sebagai lembaga legislatif Venezuela terakhir yang dipilih dan beroperasi berdasarkan konstitusi, meskipun saat ini tidak memiliki kewenangan pemerintahan formal.
Salah satu pejabat AS mengatakan kesepakatan dengan Majelis Nasional 2015 dapat memberikan dasar konstitusional dan hukum bagi proses transisi yang lebih luas, termasuk keputusan ekonomi untuk menghidupkan kembali industri minyak Venezuela. Dengan cadangan minyak yang sangat besar, sektor energi Venezuela menjadi salah satu kepentingan ekonomi dan geopolitik utama dalam hubungan kedua negara.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Profil dan Harta Kekayaan Perry Warjiyo yang Mundur dari Gubernur BI
Terpopuler
1
2
3
4
5





