Jika Diserang AS Lagi, Iran Bakal Perluas Perang hingga Samudra Hindia - Kompas
TEHERAN, KOMPAS.com - Seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei memperingatkan, Teheran mungkin akan memperluas perang ke Samudra Hindia jika Amerika Serikat (AS) atau Israel menyerang lagi.
“Karena konflik telah menyebar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz ke Laut Merah, ada kemungkinan bahwa, sebagai respons terhadap perang yang lebih besar, garis depan akan meluas lebih jauh hingga mencapai Samudra Hindia dan mungkin lebih jauh lagi,” kata Yahya Rahim Safavi dalam sebuah video yang dirilis oleh kantor berita Fars Iran, dikutip dari AFP, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, militer Iran telah menyiapkan rencana untuk skenario terburuk jika serangan AS-Israel dimulai lagi, sambil memuji Houthi Yaman karena telah menguasai garis pantai Laut Merah.
“Saya harus menyatakan di sini bahwa jika AS memulai perang baru, front baru yang berpusat di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb mungkin akan terbuka di depan mata mereka,” tegasnya.
Cara Baru Iran Perluas Pengaruh, Tak Lagi Andalkan Hormuz
Baca juga: Iran Heran, Israel yang Punya Senjata Nuklir, tapi Teheran yang Kena Sanksi
Ancaman Trump
Peringatan ini muncul ketika beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman untuk memusnahkan Iran.
Dalam pidatonya di hadapan forum PBB, Trump membela aksi militer AS-Israel sejak akhir Februari lalu.
Trump mengeklaim, kesepakatan akhir kemungkinan baru akan terwujud usai pemilihan umum sela AS pada November mendatang.
"Akankah kesepakatan tercapai dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya?" katanya, dikutip dari BBC.
"Atau haruskah aku memusnahkan Republik Islam dan melakukannya dengan cepat, tanpa memberi mereka kesempatan untuk membunuh dan menghancurkan orang dan negara lagi? Haruskah aku mengirim mereka ke neraka?" sambungnya.
Baca juga: Menkeu AS Bingung Bagaimana Delegasi Iran Pulang dari PBB, Imbas Penerbangan Disetop
Negosiasi AS-Iran berlanjut
Sehari setelah melontarkan ancaman, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi bertemu dengan utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di sela-sela Sidang Umum PBB pada Selasa (22/9/2026) untuk membahas perang tersebut.
Trump menggambarkan pertemuan itu sangat baik dan berlangsung selama tiga jam, dengan pertemuan lain dijadwalkan dalam waktu dekat.
Pertemuan pertama sejak runtuhnya gencatan senjata Juni lalu ini berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump melempar ancaman untuk "memusnahkan" Iran jika kesepakatan damai gagal dicapai.
Namun, pertemuan itu mendapat kritik dari pejabat senior Iran.
Baca juga: Duel Pidato AS Vs Iran di Sidang PBB, Saling Balas Walk Out
Anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen, Ebrahim Rezaei mempertanyakan kewenangan Araghchi untuk menghadiri pertemuan dengan pejabat senior AS di New York.
Ia bahkan menyebit pembicaraan tersebut mungkin telah melemahkan posisi Teheran.
Menurutnya, Kementerian Luar Negeri adalah pelaksana, bukan pembuat kebijakan.
Baca juga: Trump Klaim AS-Iran Jalin Komunikasi, Berharap Perang Segera Berakhir
“Menteri luar negeri harus menjelaskan atas dasar otorisasi dan kebijakan apa pertemuan beliau dengan perwakilan musuh agresor dilakukan? Syarat-syarat Iran telah dikomunikasikan kepada AS dan menjadikan pertemuan ilegal sebagai alasan dengan dalih syarat-syarat tertentu tidak menghasilkan apa pun selain tanda kelemahan,” kata anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen, Ebrahim Rezaei dalam sebuah unggahan di X.
“Kebijakan luar negeri dan keamanan nasional bukanlah arena untuk tindakan gegabah. Di parlemen, kami akan memenuhi kewajiban hukum kami untuk membela kepentingan bangsa Iran dan mengatasi masalah ini,” sambungnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Gertak AS-Israel, Iran Ubah Strategi dan Ancam Negara Tetangga!