Israel Tutup Paksa Konsulat Inggris di Yerusalem Timur, Usir Diplomat inews
TEL AVIV, iNews.id - Israel menutup paksa konsulatInggris di Yerusalem Timur. Para diplomat dan staf diberi waktu 30 hari untuk meninggalkan lokasi tersebut.
Pemerintah Israel menegaskan, konsulat tersebut harus ditutup dan para diplomatnya akan kehilangan akreditasi dalam waktu 30 hari.

Baca Juga
Lembaga HAM Israel: Pemukim Yahudi Lakukan Pembersihan Etnis Terang-terangan di Tepi Barat
Keputusan itu diambil sebagai pembalasan karena Inggris menjatuhksan sanksi kepada para pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat yang melakukan kekerasan kepada warga Palestina.
Dua sumber pejabat Israel mengatakan kepada Reuters, perwakilan Inggris untuk misi koordinasi Gaza yang dipimpin AS-Israel serta para diplomat yang berkantor di Kota Ramallah, Tepi Barat, juga harus meninggalkan Israel dalam waktu 7 hari.

Baca Juga
Setelah Gaza, Israel Usir dan Rampas Rumah Warga Palestina di Tepi Barat
Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengatakan, Inggris harus menutup konsulatnya di Yerusalem Timur, yang diakreditasi untuk Pemerintah Otoritas Palestina, sebagai respons atas sanksi yang diberlakukan Inggris terhadap pemukiman Israel di Tepi Barat.
Selain Inggris, Prancis dan Kanada juga akan melarang impor barang dari permukiman tersebut.

Baca Juga
Tepi Barat Memanas, Israel Tangkap 70 Warga Palestina dan Lukai 8 Orang
Pemerintah Israel dijadwalkan akan menggelar rapat pada Rabu (9/9/2026) untuk merespons negara-negara yang bakal mengikuti langkah Inggris.
Prancis dan Swedia, yang mendukung tindakan Inggris, juga memiliki konsulat di Yerusalem yang terakreditasi untuk Otoritas Palestina.

Baca Juga
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Israel sebelumnya juga menutup paksa kantor-kantor diplomatik di Ramallah, ibu kota administratif Otoritas Palestina. Kanada memiliki kantor misi diplomatik di Ramallah.
Editor: Anton Suhartono