China Kuasai Komponen Sensitif Jet Tempur Siluman F-35 yang Hilang di Hong Kong - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 24 September 2026 - 10:17 WIB

China ambil alih komponen-komponen sensitif jet tempur siluman F-35 Australia yang hilang di Hong Kong saat dikirim ke AS. Foto/The Straits Times
A A A
HONG KONG - Pemerintah China telah mengambil alih komponen sensitif jet tempur siluman F-35 milik Australia yang hilang di Hong Kong. Komponen pesawat itu dikirim oleh Australia ke Amerika Serikat (AS), tapi secara misterius justru dialihkan ke Hong Kong.
Menurut laporan Bloomberg, yang mengutip pihak-pihak yang mengetahui masalah ini, otoritas China belum mengembalikan komponen pesawat canggih yang hilang tersebut.
Sumber-sumber yang dikutip media Amerika itu mengatakan raksasa perusahaan pengiriman UPS sedang mengirimkan kanopi kokpit dan pintu ruang senjata milik pesawat F-35 militer Australia—yang hendak dikirim ke AS untuk pemeriksaan serta kemungkinan perbaikan atau pemusnahan—pada akhir Mei lalu. Sumber-sumber tersebut meminta identitas mereka dirahasiakan saat membahas masalah sensitif ini.
Dua dari semua sumber mengatakan kedua komponen F-35 tersebut, yang dipasok oleh Lockheed Martin, dilapisi dengan material penyerap radar yang meningkatkan kemampuan siluman pesawat.
Pesawat yang mengangkut komponen-komponen F-35 itu sempat singgah di Korea Selatan dalam perjalanan menuju AS dan dari sana dialihkan rutenya ke Hong Kong. Tidak jelas mengapa pesawat itu singgah di Korea Selatan atau mengapa dialihkan ke Hong Kong, ataupun apakah pengalihan kiriman komponen tersebut dilakukan secara sengaja atau karena kesalahan.
Pemerintah China, kata dua sumber tersebut, kemudian mengambil alih komponen-komponen tersebut namun hingga kini belum mengembalikannya.
Juru bicara Kedutaan Besar China di AS menolak memberikan komentar saat dimintai tanggapan pada hari Kamis (24/9/2026).
Pengungkapan insiden ini terjadi pada saat yang sensitif secara politik bagi kedua negara, mengingat Presiden China Xi Jinping dijadwalkan tiba di AS pada hari Rabu untuk kunjungan kenegaraan bertemu Presiden AS Donald Trump.
Setidaknya dua komite Kongres sedang menyelidiki bagaimana komponen-komponen sensitif F-35 bisa jatuh ke tangan China.
Fakta bahwa China memegang komponen-komponen tersebut, adanya persinggahan di Korea Selatan, serta penggunaan jasa UPS untuk pengangkutannya, sebelumnya belum pernah dilaporkan. Politico sebelumnya melaporkan bahwa komponen-komponen tersebut secara tak terduga dialihkan rutenya ke Hong Kong.
Selama bertahun-tahun, China telah menjadikan F-35 sebagai target dalam upaya spionasenya. Kekhawatiran bahwa Beijing dapat memperoleh informasi intelijen berharga mengenai jet tempur tersebut menjadi salah satu alasan mengapa rencana penjualan F-35 AS ke Uni Emirat Arab—yang diumumkan pada masa jabatan pertama Trump—akhirnya batal.
Anggota Kongres Amerika juga telah menyuarakan kekhawatiran bahwa rencana penjualan F-35 ke Arab Saudi dapat berisiko membocorkan teknologi militer mutakhir AS kepada China.
Pentagon menyatakan pihaknya sedang berupaya mengambil kembali suku cadang tersebut.
"Pihak berwenang mengetahui adanya masalah pengiriman terkait komponen F-35 yang sudah tidak dapat digunakan. Kami secara aktif bekerja sama dengan otoritas AS dan mitra industri untuk mengambil kembali komponen-komponen ini, menyelidiki insiden tersebut, serta menerapkan langkah-langkah pengamanan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang," demikian pernyataan Pentagon.
F-35 merupakan salah satu jet tempur paling canggih di dunia, dan sekitar 20 negara telah membeli pesawat ini, termasuk Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Australia. Pesawat ini telah menjalankan berbagai misi yang melibatkan Iran.
Australia berfungsi sebagai pusat inventaris suku cadang dan pemeliharaan bagi armada F-35 yang dioperasikan oleh negara-negara sekutu di kawasan Asia.
"Selalu lebih baik jika pihak lawan harus menebak-nebak kemampuan Anda," ujar JJ Gertler, mantan analis penerbangan untuk Congressional Research Service yang kini menjabat sebagai direktur The Defense Concepts Organization. "Anda tentu tidak ingin menyerahkan bukti nyata kepada mereka."
UPS melaporkan insiden tersebut kepada Direktorat Pengendalian Perdagangan Pertahanan di Departemen Luar Negeri AS—lembaga yang menegakkan hukum pengendalian ekspor—sebagai langkah kehati-hatian. Juru bicara perusahaan, Malcolm Berkley, menolak memberikan komentar.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa negaranya sedang memeriksa "segala hal yang terjadi di pihak Australia."
"Poin yang ingin saya sampaikan di sini adalah kami yakin dengan cara kami menjalankan program ini, serta melalui kontraktor utama AS, Lockheed," ujarnya.
Lockheed Martin menyatakan bahwa Departemen Pertahanan-lah yang menentukan pilihan transportasi. "Kami memilih perusahaan pengangkut yang sesuai dengan parameter yang ditetapkan pemerintah tersebut," katanya.
Lockheed Martin tidak mengungkapkan perusahaan pengangkut mana yang mengirimkan suku cadang tersebut, namun menyatakan bahwa mereka bekerja sama erat dengan pihak tersebut untuk menyusun dan menerapkan langkah-langkah pencegahan guna memperkuat pengawasan bersama serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Dalam sidang tertutup Komite Angkatan Bersenjata Senat mengenai program F-35 pada 23 Juni, para pejabat kantor program Departemen Pertahanan menyatakan harapan agar komponen-komponen tersebut dapat dikembalikan, menurut pihak-pihak yang mengetahui jalannya pembahasan tersebut.
Pengalihan tersebut sedang ditinjau oleh setidaknya dua komite Kongres—Komite Urusan Luar Negeri dan Komite Angkatan Bersenjata DPR. Juru bicara Komite Angkatan Bersenjata, Heather Vaughan, mengatakan: "Komite mengetahui masalah ini dan kami telah menerima sejumlah pengarahan mengenainya."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Terpopuler
1
2
3
4
5





