Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Banjir Bencana Berita China Featured Lintas Peristiwa Spesial Tibet

    China Disebut Batasi Informasi Banjir Bandang di Tibet, Ratusan Orang Masih Hilang - Viva

    4 min read

     

    Rekaman CCTV Banjir bandang dan longsor di perbatasan Tibet dan Nepal

    VIVA Banjir dahsyat yang melanda Gyirong atau Kyirong, Tibet, menyisakan duka sekaligus pertanyaan besar. Di tengah operasi pencarian korban, informasi mengenai bencana tersebut justru dinilai sulit diperoleh secara independen karena ketatnya pengawasan pemerintah China di wilayah Tibet.

    Baca Juga

    Empat hari setelah bencana, otoritas China menyebut 546 orang masih belum ditemukan. Sebanyak 261 di antaranya merupakan warga negara asing dari 23 negara. Jumlah korban meninggal di Tibet juga bertambah dari tujuh menjadi 16 orang. 

    Bencana tersebut bermula dari longsoran es di wilayah Nepal. Di negara tetangga itu, jumlah korban tewas telah mencapai 781 orang, sementara 2.502 lainnya masih dinyatakan hilang, seperti melansir dari El Pais

    Baca Juga

    Wilayah terdampak berada di kawasan Himalaya yang memiliki medan ekstrem. Tim penyelamat harus melewati jalur pegunungan sepanjang lebih dari 12 mil atau sekitar 19 kilometer. Sejumlah petugas bahkan harus turun menggunakan tali untuk mencapai lokasi yang terisolasi.

    Kondisi semakin berbahaya karena cuaca dapat berubah dengan cepat. Selain itu, gletser di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami keruntuhan. Setidaknya satu dari dua bendungan alami yang terbentuk akibat material batu, lumpur, dan sedimen juga masih berisiko jebol dan memicu banjir susulan.

    Baca Juga

    Namun, persoalan bukan hanya soal sulitnya medan. Akses terhadap informasi juga menjadi tantangan tersendiri.

    Jurnalis asing yang ingin memasuki Tibet membutuhkan izin khusus yang relatif sulit diperoleh. Berbeda dengan sejumlah wilayah China lainnya, perjalanan ke Tibet bagi wartawan asing umumnya dilakukan dengan pengawasan dan pengaturan dari pihak berwenang.

    Kondisi tersebut membuat informasi dari warga lokal sulit diverifikasi secara independen. Lhadon Tethong dari Tibet Action Institute bahkan mengaku heran karena jaringan kontaknya tidak memberikan banyak informasi mengenai kondisi masyarakat di Kyirong.

    “Sungguh mencengangkan bahwa di seluruh jaringan kontak kami, kami sama sekali tidak mendengar kabar apa pun.

    Seorang warga Tibet di pengasingan yang menggunakan nama samaran Dawa juga mengatakan informasi mengenai bencana semakin sulit disebarkan. Menurutnya, unggahan di media sosial dan grup WeChat dihapus, sementara informasi yang berasal dari luar China turut disensor.

    Video dramatis yang memperlihatkan gelombang lumpur menerjang bangunan, jalan, dan jembatan sempat menyebar luas ke berbagai negara. Namun, video lengkap tersebut kemudian sulit ditemukan di China. Pencarian hanya menampilkan potongan video atau gambar yang telah disunting.

    Kondisi ini tidak terlepas dari posisi Tibet yang sangat penting bagi China. Wilayah tersebut berbatasan dengan India, Nepal, Bhutan, dan Myanmar. Dataran Tinggi Tibet juga menjadi sumber sejumlah sungai besar Asia, termasuk Yangtze, Mekong, dan Brahmaputra.

    Sejarah panjang konflik antara Beijing dan kelompok Tibet turut membuat wilayah ini berada di bawah pengawasan ketat. Setelah pemberontakan Tibet pada 1959 dan eksodus Dalai Lama ke India, kontrol pemerintah China terhadap kawasan tersebut semakin diperkuat.

    Aktivis Tibet menilai minimnya informasi saat bencana terbaru menunjukkan bagaimana ketatnya pengawasan dapat memengaruhi pemberitaan. Mereka khawatir masyarakat Tibet kembali menggunakan momentum bencana untuk saling membantu dan mengorganisasi dukungan seperti yang terjadi setelah gempa Dingri pada Januari 2025.

    Lhadon menilai komunitas internasional perlu melihat kondisi tersebut sebagai peringatan. Menurutnya, bencana di Tibet bukan hanya persoalan kemanusiaan, tetapi juga memperlihatkan tantangan besar dalam mendapatkan informasi yang bebas dan independen.

    Banjir Nepal

    Korban Tewas Banjir Bandang dan Longsor di Nepal Tembus Seribu Orang

    Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Nepal menembus angka 1.056 orang, demikian dilaporkan China Central Television (CCTV) mengutip polisi Nepal

    img_title

    VIVA.co.id

    1 September 2026

    Komentar
    Additional JS