Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial USS Abraham Lincoln

    Bukan Langsung ke Bar, Ini yang Dilakukan Pelaut USS Abraham Lincoln Saat Tiba di Thailand - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com - Hampir 5.000 pelaut kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln mendapat kesempatan turun ke daratan setelah menjalani penugasan panjang di laut.

    Kapal tersebut singgah di Pattaya, Thailand, Rabu (2/9/2026), dalam perjalanan kembali menuju California, Amerika Serikat (AS).

    Namun, alih-alih langsung mendatangi bar dan kawasan hiburan malam yang terkenal di Pattaya, banyak pelaut justru menghabiskan waktu pertama mereka di darat dengan berbelanja.

    Sejumlah awak terlihat membawa kantong belanja saat bersantai di Hard Rock Hotel, salah satu hotel tepi pantai yang menjadi tempat mereka menginap selama kapal bersandar.

    USS Abraham Lincoln Tiba di Thailand untuk Liburan Usai 286 Hari di Laut

    Baca juga: Pattaya Dulu Dijuluki “Kota Penuh Dosa”, Kini Jadi Persinggahan Awak USS Abraham Lincoln

    Aktivitas sederhana seperti berkunjung ke pusat perbelanjaan menjadi kesempatan untuk kembali merasakan kehidupan di darat setelah mereka menghabiskan sekitar 250 hari di kapal perang.

    Penampilan para pelaut dengan potongan rambut militer dan kaus Angkatan Laut AS terlihat mencolok di antara wisatawan Pattaya yang umumnya mengenakan pakaian santai dan sandal.

    Menikmati hiburan Pattaya

    Suasana berbeda terlihat ketika malam tiba. Pattaya mulai dipenuhi lampu neon, suara musik, serta aktivitas di berbagai pusat hiburan.

    Tidak semua kawasan diperbolehkan dikunjungi para pelaut. Sejumlah tempat yang berkaitan dengan industri seks di kota tersebut masuk daftar terlarang.

    Meski demikian, Walking Street, kawasan hiburan malam paling populer di Pattaya, tetap terbuka bagi mereka.

    Sebuah papan besar bahkan dipasang untuk menyambut awak USS Abraham Lincoln.

    Menjelang tengah malam, sejumlah pelaut terlihat menikmati minuman beralkohol, sementara lainnya memasuki sejumlah bar di kawasan tersebut.

    Baca juga: USS Abraham Lincoln Bawa 5.000 Personel Tiba di Thailand Usai 9 Bulan Berlayar, Ada Apa?

    Seorang awak senior mengatakan, kesempatan untuk beristirahat sangat dibutuhkan setelah berbulan-bulan berada di laut.

    "Berita menyebutkan kami sudah berada di laut selama sembilan bulan. Sejujurnya, saya sampai kehilangan hitungan waktu," ujarnya.

    "Lama-lama membosankan. Ruang di kapal tidak pernah terasa cukup luas. Kapal itu memang besar, tapi tetap saja terasa seperti kapal, terutama saat harus berbagi tempat dengan ribuan orang," lanjutnya.

    Ketika ditanya berapa lama lagi perjalanan menuju California, ia menjawab singkat, "Terlalu lama."

    Penugasan panjang

    USS Abraham Lincoln sebelumnya beroperasi di Timur Tengah dalam penugasan yang berkaitan dengan konflik Iran.

    Shakeira Fairfax, ibu dari awak kapal bernama Jada Fairfax (25), mengatakan penugasan panjang tersebut sempat memengaruhi kondisi psikologis para personel.

    Menurut dia, ada masa ketika "semangat mereka merosot".

    Ia juga menggambarkan periode meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sebagai masa yang "penuh ketidakpastian" dan "menakutkan".

    "Saya tak sabar melihat senyumnya. Saya tak sabar mendengar dia memanggil 'Ibu'; saya tahu itu hal pertama yang akan dia ucapkan," kata Fairfax.

    Selama berada di Pattaya, disiplin para pelaut tetap diawasi Shore Liaison Group (SLG).

    Kelompok tersebut bertugas memastikan para awak mematuhi aturan selama berada di darat sekaligus berkoordinasi dengan otoritas Thailand.

    Baca juga: Keluhan Makanan Basi hingga Kesehatan Mental Awak USS Abraham Lincoln Bikin Keluarga Geram

    Atase Angkatan Laut AS Kristopher Robinson mengatakan pihaknya berusaha memberikan kesempatan istirahat sebanyak mungkin kepada para pelaut.

    Personel USS Abraham Lincoln, kata dia, tetap diwajibkan mematuhi hukum Amerika Serikat, aturan Angkatan Laut AS, serta hukum Thailand selama masa persinggahan.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Pelaut Stres 250 Hari Hadapi Perang Iran, Kapal Induk AS Liburan di Thailand

    Komentar
    Additional JS