Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Arab Saudi Berita Featured Houthi Konflik Timur Tengah Spesial

    Arab Saudi Lancarkan 28 Serangan ke Houthi, Laut Merah Mendadak Mencekam - Tribunnews

    7 min read

     

    YouTube Tribun-video A-A+ SAUDI SERANG HOUTHI - Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan 28 serangan udara ke wilayah Yaman hanya dalam waktu 24 jam. Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dilaporkan diguncang alarm serangan setelah kelompok Houthi. 
    Ringkasan Berita:
    • Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan 28 serangan udara ke wilayah Yaman hanya dalam waktu 24 jam
    • Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dilaporkan diguncang alarm serangan setelah kelompok Houthi
    • Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut serangkaian serangan udara tersebut dilakukan menggunakan jet tempur, termasuk F-15 dan Typhoon

    TRIBUNSTYLE.COM - Situasi Timur Tengah kembali memanas. Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dilaporkan diguncang alarm serangan setelah kelompok Houthi mengklaim melancarkan operasi militer menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.

    Klaim tersebut muncul setelah Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan 28 serangan udara ke wilayah Yaman hanya dalam waktu 24 jam, seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube Tribun Video.

    Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut serangkaian serangan udara tersebut dilakukan menggunakan jet tempur, termasuk F-15 dan Typhoon.

    Houthi kemudian menyatakan telah menyiapkan serangan balasan dengan sasaran sejumlah lokasi yang mereka sebut sebagai target vital di Arab Saudi.

    Baca juga: Kedutaan AS Keluarkan Peringatan Tertinggi, Warganya di Iran Diminta Segera Pergi

    Riyadh Jadi Sasaran, Kepulan Asap Terlihat di Sekitar Bandara

    Ketegangan semakin mencuri perhatian setelah muncul laporan mengenai kobaran api dan kepulan asap di sekitar kawasan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

    Rekaman yang beredar memperlihatkan asap membubung di langit ibu kota Arab Saudi setelah peringatan serangan terdengar.

    Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik yang diarahkan menuju Riyadh.

    Laporan mengenai adanya pencegatan tersebut menambah ketegangan karena ibu kota Arab Saudi menjadi salah satu wilayah yang disebut dalam klaim operasi Houthi.

    Namun, sejumlah rincian mengenai target dan tingkat kerusakan masih perlu diverifikasi secara independen.

    Houthi Klaim Serang Fasilitas Aramco

    Tak hanya Riyadh, Houthi juga mengklaim serangan diarahkan ke fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu.

    Menurut Yahya Saree, serangan tersebut merupakan bagian dari operasi balasan terhadap serangan udara yang sebelumnya diklaim dilakukan Arab Saudi di wilayah Yaman.

    Jika klaim tersebut terbukti, serangan terhadap kawasan industri dan energi Saudi akan menjadi perkembangan penting dalam eskalasi konflik.

    Yanbu sendiri merupakan salah satu kawasan strategis bagi industri energi Arab Saudi di pesisir Laut Merah.

    Baca juga: Hadapi Ancaman Serangan AS, Iran Siapkan 3 Skenario Rencana Pertahanan, Termasuk Perang Skala Penuh

    28 Serangan Udara dalam 24 Jam

    Sebelum mengumumkan serangan balasan, Houthi menuduh Arab Saudi melancarkan 28 kali serangan udara dalam kurun waktu 24 jam.

    Yahya Saree menyebut serangan tersebut melibatkan pesawat tempur F-15 dan Typhoon.

    Pesawat-pesawat tersebut, menurut klaim Houthi, diterbangkan dari pangkalan udara Khamis Mushait dan Taif.

    Serangan udara itu disebut menyasar sejumlah wilayah di Yaman.

    Namun, angka 28 serangan serta rincian mengenai jenis pesawat dan pangkalan yang digunakan merupakan klaim dari pihak Houthi dan perlu dibedakan dari informasi yang telah dikonfirmasi secara independen.

    Eskalasi Kembali Mengancam Kawasan Timur Tengah

    Rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana konflik yang melibatkan Houthi dan Arab Saudi kembali memasuki fase yang menegangkan.

    Serangan lintas perbatasan tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko bagi penduduk sipil, tetapi juga dapat mengganggu keamanan infrastruktur energi dan jalur pelayaran strategis di kawasan Laut Merah.

    Perhatian kini tertuju pada perkembangan berikutnya setelah masing-masing pihak melontarkan klaim mengenai serangan dan aksi balasan.

    Riyadh, Yaman, serta kawasan Laut Merah kembali berada dalam sorotan ketika ketegangan Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (TribunStyle.com)

    Komentar
    Additional JS