Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Banjir Bandang Bencana Berita Featured Lintas Peristiwa Nepal Spesial USGS

    USGS Jelaskan Getaran Sebelum Banjir Bandang Nepal, Ternyata Bukan Gempa Bumi - Kompas

    4 min read

     


    KOMPAS.com – Lembaga survei geologi Amerika Serikat, US Geological Survey (USGS), mengungkapkan pemicu utama bencana banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan Nepal dan wilayah Tibet di China.

    Laporan awal pejabat lokal sempat menduga bahwa gempa bumi menjadi penyebab runtuhnya bagian bawah gletser.

    Namun, USGS mengoreksi dugaan tersebut dan menjelaskan bahwa getaran yang sempat tercatat sebagai gempa magnitudo 4,4 sebenarnya merupakan energi seismik yang dihasilkan dari reruntuhan mendadak material batuan gletser dan es dalam jumlah raksasa.

    Diberitakan Al Jazeera, reruntuhan masif tersebut kemudian bertransformasi menjadi aliran puing (debris flow) bertekanan tinggi yang meluncur deras menyusuri aliran sungai di Pegunungan Himalaya, hingga memicu banjir bandang yang meratakan permukiman warga di kawasan hilir.

    Kepala BNPB: Ketika Terjadi Bencana Kemarin, Daerah Ini Tidak Bisa Berbuat karena…

    Analisis citra satelit awal dari Planet Labs turut memperkuat penemuan ini.

    Longsoran es dan batu tersebut tercatat memicu gelombang puing menyusuri Sungai Lhende, sekitar 20 kilometer timur laut dari Penyeberangan Perbatasan Rasuwagadhi yang menghubungkan Nepal dan China.

    Baca juga: Hendak Pulang ke Rumah, Pria di Nepal Saksikan Istri dan 4 Anaknya Terseret Banjir

    Lebih dari 1.300 orang hilang

    Akibat banjir bandang Himalaya ini, pemerintah setempat mengonfirmasi lebih dari 1.300 orang dinyatakan hilang, dengan lebih dari 700 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).

    Kepolisian dan pejabat pariwisata Nepal mengonfirmasi pada Kamis bahwa dari total 826 orang yang hilang di Nepal, hampir 500 di antaranya adalah wisatawan mancanegara. Jumlah korban tewas yang terkonfirmasi telah mencapai 165 jiwa dan diperkirakan terus bertambah.

    "Jumlah ini akan terus bertambah seiring kami melanjutkan operasi pencarian dan diperkirakan lebih banyak jenazah yang akan ditemukan," ujar juru bicara kepolisian Nepal, Abi Narayan Kafle.

    Para wisatawan asing yang hilang berasal dari lebih dari dua lusin negara. Data korban hilang di Nepal mencakup 177 warga India, 63 warga Amerika Serikat, 34 warga Australia, 33 warga Inggris, dan 25 warga Kanada.

    Sementara itu di seberang perbatasan, tepatnya di Kabupaten Gyirong kawasan Tibet, stasiun televisi negara China CCTV melaporkan 558 orang dilaporkan hilang, termasuk 260 warga negara asing.

    Baca juga: 1.300 Orang Masih Hilang akibat Banjir Bandang Nepal, Banyak Peziarah Jadi Korban

    Kondisi peziarah dan kesaksian di lapangan

    Banyak korban yang terjebak banjir bandang merupakan peziarah yang sedang dalam perjalanan menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar, situs suci di dataran tinggi Tibet.

    Tokoh spiritual India, Sadhguru (Jagdish Vasudev), mengonfirmasi bahwa 77 peziarah Hindu dari rombongan Isha Foundation berada di kantor imigrasi perbatasan Nepal-China saat banjir menerjang pada Rabu.

    "Seluruh rombongan berada di dalam bangunan itu, ini adalah peristiwa yang mengerikan dan luar biasa," paparnya.

    Dampak kehancuran total juga disampaikan oleh Sagar Pandey, Chief Executive dari sebuah operator tur pariwisata Himalaya. Ia menyebutkan 15 peziarah berpaspor India-Australia yang bepergian dengan perhusahaannya turut hilang.

    "Tidak ada lagi bangunan buatan manusia, tidak ada permukiman warga yang tersisa. Semuanya rata," kata Sagar Pandey setelah melakukan pemantauan udara di zona bencana.

    "Siapa pun yang berada di hotel, restoran, atau kendaraan, saya yakin semuanya telah hilang."

    Petugas kesehatan di Rasuwa, Nepal, Tula Bahadur BK, membeberkan kondisi pilu di permukiman warga.

    "Ada kehancuran di mana pun kami memandang," kata Tula Bahadur BK. "Permukiman di samping sungai telah sepenuhnya hanyut tersapu air. Lima anggota keluarga saya sendiri hingga kini masih hilang."

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Detik-detik Rumah di Nepal Lenyap Disapu Banjir

    Komentar
    Additional JS