Turkiye Tuding Netanyahu Sabotase Upaya Perdamaian Gaza - Minanews
Ankara, MINA – Pemerintah Turkiye menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sengaja menggunakan operasi militer di Jalur Gaza untuk menggagalkan berbagai upaya perdamaian yang tengah diupayakan oleh sejumlah negara mediator.
Ankara menilai serangan terbaru Israel pada Ahad (2/8) yang menimbulkan 18 orang gugur di Gaza menunjukkan tidak adanya komitmen Tel Aviv untuk mencapai penyelesaian damai bagi konflik Palestina. Anadolu melaporkan, Senin (3/8).
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Turkiye, pemerintah Israel disebut terus mengambil langkah-langkah yang memperburuk situasi keamanan kawasan.
Ankara menegaskan tujuan utama Netanyahu adalah menggusur rakyat Palestina dari tanah mereka sekaligus menghambat terwujudnya perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Baca Juga: Korban Tewas Krisis Migran di Ceuta Dilaporkan Capai 90 Orang
Turkiye juga menilai operasi militer Israel berpotensi menggagalkan berbagai proses mediasi yang selama ini melibatkan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Turkiye, Mesir, dan Qatar.
Menurut Ankara, meningkatnya intensitas serangan di Gaza justru terjadi ketika berbagai pihak sedang berupaya mencari jalan keluar diplomatik untuk mengakhiri konflik.
Selain mengecam tindakan Israel, Turkiye memperingatkan bahwa operasi militer yang terus berlanjut dapat memicu meluasnya konflik di kawasan.
Karena itu, Ankara mendesak komunitas internasional mengambil sikap yang lebih tegas terhadap kebijakan Israel serta mendorong penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan warga sipil di Jalur Gaza.
Baca Juga: Gelombang Panas Perparah Krisis Air dan Listrik di Suriah
Pernyataan Turkiye muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel menyusul berlanjutnya operasi militer di Gaza yang telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan.
Sejumlah organisasi internasional terus menyerukan gencatan senjata permanen, pembukaan akses bantuan kemanusiaan, serta dimulainya kembali proses perundingan damai antara Israel dan Palestina.
Hubungan Turkiye dan Israel sendiri terus memburuk sejak perang Gaza meletus. Pemerintah Turkiye secara konsisten mengkritik kebijakan militer Israel dan menyerukan pembentukan negara Palestina yang merdeka berdasarkan solusi dua negara.
Ankara menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi, penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina, dan komitmen semua pihak terhadap penyelesaian politik. []
Baca Juga: MBS Desak Trump Jaga Stabilitas Teluk di Tengah Ketegangan dengan Iran
Mi’raj News Agency (MINA)