Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Donald Trump Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Trump Deklarasikan "Perang Ekonomi" Skala Besar terhadap Iran - Kompas

    5 min read



    KOMPAS.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan memulai operasi "perang ekonomi" yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran.

    Trump menuding Iran telah menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengannya. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial, Kamis (20/8/2026).

    "Karena itu, hari ini saya mengumumkan OPERASI EKONOMI PALING MENGHANCURKAN YANG PERNAH DILAKUKAN TERHADAP NEGARA MANA PUN! Ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Trump, dikutip dari Bloomberg.

    Baca juga: Iran Sebut California sebagai Wilayah Barunya, Balas Klaim Trump pada Hormuz

    Trump tidak menjelaskan secara rinci langkah-langkah ekonomi yang akan diberlakukan dalam operasi tersebut.

    Serangan Militer Gagal Goyahkan Iran, Trump Beralih ke Tekanan Ekonomi

    Namun, ia menegaskan bahwa tekanan AS tidak hanya akan diarahkan kepada Iran. Negara-negara yang melakukan transaksi atau membantu Iran juga akan menghadapi konsekuensi ekonomi.

    Mitra Dagang Iran Ikut Jadi Sasaran

    Trump mengatakan kampanye tekanan tersebut akan diperluas kepada negara-negara yang menjadi mitra dagang Iran.

    Ia memperingatkan negara mana pun yang memberikan dukungan kepada Iran melalui institusi keuangan, perusahaan, bandara, atau lembaga pemerintah.

    "Setiap negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan segala jenis bantuan kepada Iran akan menghadapi KONSEKUENSI EKONOMI YANG SANGAT BESAR," ujar Trump.

    Baca juga: Ekonomi UEA Terdampak Perang Iran, Benarkah di Ujung Krisis?

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan yang diumumkan Trump tidak hanya menargetkan aktivitas ekonomi Iran secara langsung.

    AS juga berencana memberikan tekanan kepada pihak-pihak yang dianggap menyediakan jalur bantuan atau dukungan bagi Iran.

    Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran setelah ia menilai Teheran gagal memanfaatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan AS.

    Bloomberg melaporkan bahwa Trump menyebut operasi tersebut sebagai upaya isolasi ekonomi dengan skala yang belum pernah diterapkan sebelumnya terhadap suatu negara.

    Baca juga: UEA Setop Seluruh Perdagangan dan Transaksi Keuangan dengan Iran

    Tekanan Ekonomi Iran dan Blokade Pelabuhan

    Ekonomi Iran sebelumnya telah mengalami tekanan besar akibat perang. Sebagian besar kapasitas industri negara tersebut hancur, sementara ekspor minyak mentah turun tajam akibat blokade yang dilakukan AS.

    Iran juga telah menghadapi beberapa gelombang sanksi ekonomi. Namun, kebijakan tersebut sejauh ini belum membuat Teheran mengubah sikap terkait program nuklirnya maupun melepaskan kendali atas Selat Hormuz.

    Trump dalam beberapa hari terakhir kembali mendorong peningkatan tekanan ekonomi terhadap Iran.

    Sebelumnya, Trump mengatakan pemerintah AS mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati terhadap Iran.

    "Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi mereka yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak punya uang," ujar Trump.

    Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi dalam Tiga Pekan Terdongkrak Memudarnya Harapan Damai AS-Iran

    Peningkatan tekanan ekonomi AS berlangsung ketika belum ada terobosan dalam pembicaraan Washington dan Teheran mengenai Selat Hormuz.

    Kedua pihak sama-sama mengklaim kendali atas jalur perairan tersebut dan menuntut konsesi yang kemungkinan sulit dipenuhi lawan.

    Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan energi yang sangat penting. Sekitar seperlima minyak dan gas dunia dikirim melalui kawasan tersebut.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    "Omong Besar" Trump Sebut Perang Iran-Amerika Segera Berakhir

    Komentar
    Additional JS