Serbia Minta Bantuan Internasional Saat Kewalahan Tangani Karhutla, UE Kirim Helikopter dan Pemadam - Kompas
KOMPAS.com - Pemerintah Serbia meminta bantuan internasional setelah kesulitan menangani kebakaran hutan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.
Permintaan bantuan tersebut kemudian direspons Uni Eropa (UE) melalui Civil Protection Mechanism dengan mengirimkan helikopter pemadam, ratusan personel, serta kendaraan untuk membantu Serbia mengatasi kebakaran besar di sejumlah wilayah.
Serbia mengaktifkan mekanisme bantuan darurat UE pada Jumat (21/8/2026), setelah kebakaran berkobar di kawasan Deliblatska Pescara, cagar alam unik yang terdiri dari bukit pasir dan hutan, sekitar 80 kilometer dari ibu kota Belgrade.
Baca juga: Zelensky Kunjungi Serbia untuk Pertama Kali, Negara Eropa yang Dekat dengan Rusia
Sebagaimana diberitakan Reuters, kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk bagian barat daya Serbia.
Prabowo Tambah 3 Helikopter dan 200 Pompa untuk Tangani Karhutla Kalteng
UE kirim helikopter dan ratusan personel
Kepala Misi UE untuk Serbia, Andreas Beckerath, mengatakan UE berdiri bersama Serbia untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kawasan alam Deliblatska Sands.
Bantuan yang dikirim UE terdiri dari empat helikopter Black Hawk untuk pemadaman kebakaran, 124 personel pemadam kebakaran, serta puluhan kendaraan.
Rinciannya, sebanyak 55 petugas pemadam kebakaran dan 24 kendaraan berasal dari Jerman. Sementara itu, Rumania mengirim 69 petugas dan 15 kendaraan.
Empat helikopter pemadam berasal dari Rumania, Slovakia, dan Republik Ceko.
Satu helikopter dari Rumania dan satu dari Slovakia telah bergabung dalam operasi pemadaman pada Sabtu (22/8/2026).
Sementara itu, dua helikopter dari Republik Ceko dijadwalkan mulai beroperasi pada Minggu (23/8/2026).
Petugas dan kendaraan dari Rumania juga telah tiba di Bela Crkva, kota yang berada dekat dengan lokasi kebakaran. Tim dari Jerman dijadwalkan tiba pada Senin (24/8/2026).
Serbia juga minta bantuan Rusia
Bantuan internasional untuk Serbia tidak hanya datang dari negara-negara Eropa.
Sebelumnya, sebuah pesawat pemadam kebakaran IL-76P milik Kementerian Situasi Darurat Rusia tiba di Kota Nis, Serbia, pada Rabu (19/8/2026) untuk membantu memadamkan kebakaran di Deliblatska Pescara.
Baca juga: Hasil Spanyol Vs Serbia 3-0, La Roja Lolos Ujian
Kebakaran di kawasan tersebut telah menghanguskan ribuan hektare hutan pinus sejak akhir Juli.
Serbia sendiri bukan anggota UE. Namun, negara tersebut memiliki akses terhadap bantuan darurat melalui Civil Protection Mechanism UE.
Mekanisme ini memungkinkan negara yang menghadapi bencana memperoleh dukungan dari negara lain ketika kapasitas penanganan di dalam negeri membutuhkan tambahan sumber daya.
Serbia sebelumnya bantu negara lain
Menariknya, Serbia juga sebelumnya memberikan bantuan kepada negara lain yang menghadapi kebakaran hutan.
Pada musim panas ini, Belgrade mengirim satu helikopter pemadam kebakaran dan tim tanggap darurat untuk membantu Spanyol menangani kebakaran hutan.
Namun, rangkaian kebakaran besar yang terjadi di berbagai wilayah Eropa kemudian menguras sumber daya pemadaman yang tersedia di kawasan tersebut.
Kondisi kebakaran mulai lebih stabil
Kepala Departemen Kedaruratan Serbia Luka Causic mengatakan kondisi kebakaran pada Sabtu mulai lebih stabil.
Meski demikian, angin kencang diperkirakan melanda wilayah tersebut sehingga prioritas utama petugas adalah melindungi permukiman dan menyelamatkan nyawa masyarakat.
Selain kebakaran di Deliblatska Pescara, kebakaran besar juga masih terjadi di kawasan pegunungan Stolovi di barat daya Serbia.
Kebakaran hutan juga melanda negara tetangga, Makedonia Utara. Api berkobar di wilayah Kota Strumica, sebelah selatan ibu kota Skopje. Menurut laporan media setempat, sedikitnya satu rumah di Desa Sofilar turut terbakar.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT