Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Spesial Suriah

    Pemerintah AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme, Sanksi Dicabut - Tribunnews

    7 min read

     

    Amerika Serikat resmi menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pada 24 Agustus 2026

    Tayang:


    Pemerintah AS Hapus Suriah dari Daftar Negara Sponsor Terorisme, Sanksi Dicabut

    Gemini Ai

    Ilustrasi lanskap perkotaan Suriah saat matahari terbenam. Keputusan Amerika Serikat menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme membuka babak baru pemulihan ekonomi dan hubungan diplomatik internasional. 

    Ringkasan Berita:
    • Amerika Serikat resmi menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pada 24 Agustus 2026
    • Kebijakan ini mencakup pencabutan label teroris terhadap Hayat Tahrir Al Sham (HTS) dan pembukaan transaksi keuangan
    • Langkah strategis ini didorong oleh kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa
    • Keputusan ini bertujuan mendukung stabilitas politik dan percepatan rekonstruksi pascaperang di Suriah

    SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pada Senin, 24 Agustus 2026.

    Keputusan besar yang diumumkan langsung oleh Departemen Keuangan AS di Washington DC ini menandai babak baru yang mengakhiri status isolasi internasional yang telah membelit Suriah selama puluhan tahun sejak era rezim Bashar Al Assad.

    Langkah ini sekaligus mengukuhkan sinyal positif bagi pemulihan ekonomi global serta membuka keran investasi asing yang selama ini terkunci rapat.

    Angin Segar untuk Perekonomian dan Diplomasi

    Kebijakan strategis Washington tidak hanya melonggarkan jerat ekonomi akibat sanksi bertahun-tahun, tetapi juga mengubah peta geopolitik kawasan secara signifikan. Sejumlah poin penting dari kebijakan baru ini meliputi:

    • Pencabutan label organisasi teroris global terhadap Front Al Nusrah atau Hayat Tahrir Al Sham (HTS).
    • Pembukaan kembali jalur transaksi keuangan internasional yang sebelumnya terblokir ketat.
    • Dorongan kuat dari pemerintah AS untuk memulihkan stabilitas politik serta mempercepat rekonstruksi pascaperang di Suriah.

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan bahwa langkah ini diambil demi mendukung penuh stabilitas serta rekonstruksi di Suriah. Menurutnya, kebijakan tersebut juga sejalan dengan komitmen Presiden Donald Trump dalam memberikan keringanan sanksi bagi pemerintahan baru Suriah.

    Baca juga: Senator AS Sebut Iran Menang Perang, Sanksi Baru Trump Disebut “Hiasan Jendela” Putus Asa

    Transformasi Kepemimpinan dan Pendekatan Diplomatik

    Perubahan sikap dramatis Washington mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden Suriah saat ini, Ahmed Al Sharaa.

    Sosok yang sempat memimpin cabang resmi Al Qaeda di Suriah tersebut sukses menggulingkan rezim Assad pada Desember 2024 melalui serangan kilat yang mengejutkan dunia internasional.

    Sejak memegang kendali kepemimpinan, Al Sharaa gencar meluncurkan aksi pendekatan diplomatik yang memikat (charm offensive) terhadap negara-negara Barat.

    Ia bahkan aktif menggelar pertemuan langsung dengan para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

    Sebelum keputusan final ini diambil, AS dan Uni Eropa sebenarnya telah mulai melonggarkan sejumlah sanksi sejak Juni 2025. Puncaknya terjadi ketika Washington melihat adanya komitmen nyata dari pemerintahan transisi untuk menyatukan negara dan memerangi ancaman global bersama-sama.

    Sambutan Hangat dari Damaskus dan Washington

    Kalangan pejabat tinggi di Damaskus menyambut keputusan bersejarah ini dengan rasa optimistis yang tinggi untuk masa depan bangsa.

    • Safwat Raslan (Gubernur Bank Sentral Suriah): Melalui akun media sosial X miliknya, ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah bersejarah yang mengembalikan posisi Suriah ke dalam sistem ekonomi global serta komitmen membangun sistem keuangan yang modern dan andal.
    • Mohammed Barnieh (Menteri Keuangan Suriah): Menilai keputusan tersebut sebagai pencapaian terbesar bagi diplomasi modern Suriah, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita resmi SANA.
    • Tom Barrack (Utusan AS untuk Suriah): Menekankan bahwa momentum ini menandai perjalanan luar biasa Suriah, bertransformasi dari sumber ancaman menjadi mitra strategis dalam perjuangan global melawan terorisme.

    (Serambinews.com/Kompas.com)

    Komentar
    Additional JS