Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Pakistan Spesial

    Pakistan Tolak Sanksi Ekonomi Sepihak AS Terhadap Iran - Republik a

    7 min read

     

    Pakistan menegaskan akan terus melanjutkan kerja sama dagang dengan Iran.

    Para pendukung Majlis-e-Wahdat-e-Muslimeen memegang potret Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dan putranya, Sayyid Mojtaba Khamenei, dalam acara belasungkawa dan upacara pembaruan ikrar setia di Karachi, Pakistan, Senin (6/7/2026).

    EPA/SHAHZAIB AKBER Para pendukung Majlis-e-Wahdat-e-Muslimeen memegang potret Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dan putranya, Sayyid Mojtaba Khamenei, dalam acara belasungkawa dan upacara pembaruan ikrar setia di Karachi, Pakistan, Senin (6/7/2026).

    REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi dalam taklimat pekanan di Islamabad, Kamis (27/8/2026) menegaskan bahwa, Pakistan secara konsisten menolak penerapan sepihak dan tidak menerima sanksi sepihak. Hal itu dikatakan Andrabi menjawab pertanyaan dari IRNA soal perang ekonomi AS terhadap Iran.

    Andrabi dilansir Mehr News menambahkan bahwa sanksi-sanksi ekonomi memiliki konsekuensi negatif, dan Pakistan tidak mengakuinya berdasarkan hukum internasional.

    Andrabi menggambarkan perang ekonomi terhadap Iran sebagai konflik yang meluas antara Teheran dan Washington, sembari menegaskan pentingnya pemecahan masalah lewat diplomasi dan dialog. Andrabi kembali menegaskan komitmen dan tekad serius Pakistan untuk melanjutkan kerja sama perdagangan dengan Iran sesuai dengan perjanjian antara kedua negara.

    Sebelum Pakistan, China juga menegaskan bahwa hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.

    "Kerja sama China dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional, sehingga tidak boleh diganggu. Kami mengikuti perkembangan dengan saksama, dan akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (25/8/2026).

    Lin Jian menyebut perang ekonomi dan tekanan maksimum tidak memberikan solusi. Sebaliknya, sanksi ekonomi hanya akan memicu ketegangan dan menyebabkan risiko meluas, yang akan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan global, dan merugikan hak dan kepentingan sah negara lain.

    Tugas mendesak saat ini, menurut Lin Jian, adalah memfasilitasi deeskalasi situasi dan kembali ke dialog dan negosiasi sesegera mungkin.

    "China akan melakukan segala yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas," tegas Lin Jian.

    sumber : Antara

    Berita Terkait

    Trump Minta Pemilih Anggap Dirinya Ada di Surat Suara, Strategi yang Bisa Jadi Bumerang

    Internasional - 4 jam yang lalu

    Jubir Militer Iran Ingatkan Perang Bisa Meluas Jika AS Salah Perhitungan

    Internasional - 26 August 2026, 20:43

    Donatur Kabur, Tiket Sepi, Kennedy Center Terpukul Trump

    Internasional - 26 August 2026, 13:57

    Kim Jong-un Kini Diperebutkan Trump, Putin dan Xi Jinping, Apa yang Sedang Terjadi?

    Internasional - 26 August 2026, 05:20

    JD Vance Keseleo Lidah Sebut Kanada Negara Bagian AS, Ontario Ancam Putus Listrik

    Internasional - 25 August 2026, 16:35

    Komentar
    Additional JS