Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Syaratkan AS Penuhi Komitmen - NU Online

    16 min read

     

    Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Syaratkan AS Penuhi Komitmen
    Suasana di Lapangan Azadi, Teheran, Iran pada 24 Juli 2026.(Anadolu)

    PEMERINTAH Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia, tetap ditutup bagi lalu lintas internasional. Keputusan ini tetap berlaku meskipun Teheran dan Oman tengah mendiskusikan pembentukan koridor pelayaran sementara serta proyek pembersihan ranjau di kawasan tersebut.

    Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa pembukaan kembali selat tersebut sepenuhnya bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat (AS) terhadap komitmen internasional dan penghentian konflik bersenjata. Ia menegaskan tidak ada kapal militer asing yang diizinkan melintas, sementara kapal komersial akan berada di bawah pengawasan ketat otoritas Iran.

    "Kami menutup Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat memberlakukan blokade ekonomi karena mereka gagal memenuhi komitmen berdasarkan nota kesepahaman," ujar Gharibabadi sebagaimana dikutip dari kantor berita IRNA, Rabu (26/8).

    Syarat Pembukaan dan Peran Oman

    Teheran menetapkan sejumlah syarat mutlak bagi Washington sebelum akses selat vital tersebut dipulihkan, di antaranya:

    • Pelaksanaan seluruh komitmen internasional yang dinilai telah dilanggar AS.
    • Penghentian perang dan pencabutan blokade ekonomi.
    • Penyelesaian krisis politik dan kemanusiaan di Yaman.

    Di sisi lain, upaya diplomasi terus berjalan melalui pertemuan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi di Teheran. Kedua negara sedang menyusun kerangka bertahap untuk membentuk koridor navigasi sementara dan mekanisme pembersihan ranjau.

    Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, berharap koridor sementara ini dapat segera diumumkan sebagai langkah awal menuju solusi permanen. "Pengelolaan selat pada masa mendatang dan solusi permanen akan menyusul pada waktunya setelah kesepakatan sementara berjalan," ungkapnya.

    Dampak Global dan Tekanan Sanksi AS

    Selat Hormuz merupakan urat nadi energi global yang menyalurkan sekitar seperlima dari total ekspor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia. Gangguan di jalur ini telah memicu volatilitas pada pasar energi internasional sejak ketegangan antara Iran, AS, dan Israel meningkat.

    Sektor Sanksi Baru ASCakupan Wilayah Entitas Terkait
    Aset Digital & TeknologiUni Emirat Arab
    Emas & Logam MuliaHong Kong & Tiongkok
    Penerbangan & PelayaranSingapura & Eropa

    Menanggapi sikap keras Iran, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan perluasan sanksi sekunder. Langkah ini bertujuan untuk mengisolasi Teheran secara ekonomi dan memaksa penghentian perlawanan. Sanksi tersebut menyasar berbagai sektor mulai dari teknologi hingga aset digital, serta entitas di berbagai negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran.

    Terkait isu keamanan, Gharibabadi membantah klaim mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut ranjau di perairan internasional telah dibersihkan. Ia memperingatkan bahwa Iran tidak akan ragu menyerang kapal penyapu ranjau AS yang mencoba memasuki kawasan tersebut tanpa izin. (AFP/I-1)

    SHARE

    Berita Lainnya

    Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved

    Komentar
    Additional JS