Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran: Sanksi AS Gagal, Washington Justru Buktikan Kebenciannya kepada Rakyat Iran - IndonesiaInside

    4 min read

     



    No Result View All Result

    Iran: Sanksi AS Gagal, Washington Justru Buktikan Kebenciannya kepada Rakyat Iran

    Indonesiainside.id — Iran kembali mengecam kebijakan sanksi Amerika Serikat yang terus dijatuhkan terhadap Teheran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menilai sanksi tersebut tidak berhasil mencapai tujuan Washington dan justru lebih banyak dirasakan dampaknya oleh masyarakat biasa.

    Dalam konferensi pers mingguan pada Senin, Baqaei mengatakan keteguhan Amerika Serikat dalam menggunakan kebijakan yang menurut Iran telah gagal tidak menghasilkan perubahan yang diinginkan Washington.

    “Kegigihan Washington dalam menggunakan metode yang gagal tidak menghasilkan apa pun selain membuktikan kebencian Amerika terhadap rakyat Iran, karena mereka tahu betul bahwa konsekuensi langsung dari sanksi ini dirasakan oleh warga biasa,” kata Baqaei, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.

    Menurut Baqaei, sanksi ekonomi dan tindakan intimidasi terhadap negara lain untuk membatasi hubungan perdagangan bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas serta penghormatan terhadap kedaulatan nasional.

    Iran Sebut AS Langgar Hukum Internasional

    Baqaei juga menilai kebijakan Amerika Serikat tersebut menjadi persoalan yang seharusnya diperhatikan komunitas internasional.

    “Praktik ilegal ini merupakan peringatan bagi komunitas internasional, karena tindakan berlebihan dan pelanggaran hukum Amerika dalam hubungan internasional bahkan telah memicu protes dari sekutu dekatnya,” ujarnya.

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Teheran berupaya mempertahankan sikap menentang tekanan ekonomi Washington sekaligus mendorong negara lain agar tidak mengikuti kebijakan pembatasan perdagangan terhadap Iran.

    Iran Belum Bergabung Pakta Mekah

    Dalam kesempatan yang sama, Baqaei menanggapi laporan mengenai kemungkinan Iran bergabung dengan Pakta Meka

    Ia membantah bahwa Iran telah diminta menjadi anggota pakta tersebut. Namun, menurut Baqaei, terdapat usulan untuk melakukan pembicaraan dengan negara-negara yang terlibat mengenai persoalan keamanan regional.

    “Usulan telah diajukan untuk pembicaraan dengan negara-negara ini tentang keamanan regional,” katanya.

    Perjanjian Mekah ditandatangani pada awal Agustus oleh Turki, Arab Saudi, dan Pakistan dengan tujuan memperkuat kerja sama keamanan dan pertahanan serta mendorong stabilitas kawasan.

    Ketegangan Iran-AS Terus Membayangi Timur Tengah

    Pernyataan Iran tersebut muncul ketika ketegangan di Timur Tengah masih tinggi setelah serangkaian konfrontasi antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

    Menurut laporan tersebut, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir Februari. Teheran kemudian melakukan serangan balasan terhadap negara-negara kawasan yang menjadi lokasi aset Amerika Serikat.

    Amerika Serikat dan Iran selanjutnya menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni dan memulai perundingan untuk mencapai kesepakatan akhir.

    Namun, proses negosiasi kemudian terhenti akibat perbedaan pandangan mengenai sejumlah persoalan, termasuk jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

    Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling strategis dalam konflik tersebut karena merupakan jalur penting bagi pasokan energi dan perdagangan global.

    Saling Serang Berlanjut pada Juli

    Ketegangan bahkan berkembang menjadi konfrontasi militer langsung. Pada periode 8-24 Juli, Amerika Serikat dan Iran dilaporkan saling melancarkan serangan.

    Washington menyerang sejumlah target di wilayah Iran, sementara Teheran melakukan serangan balasan terhadap fasilitas dan aset militer Amerika Serikat di sejumlah negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

    Dalam situasi tersebut, Teheran kini kembali menegaskan bahwa tekanan ekonomi dan sanksi tidak akan membuat Iran mengubah pendiriannya.

    Pernyataan Baqaei juga menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi masih terbuka, persoalan sanksi, keamanan regional, serta Selat Hormuz tetap menjadi titik utama yang berpotensi menghambat tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat.

    Komentar
    Additional JS