Iran Batalkan Serangan Balas Dendam terhadap Ukraina karena Kyiv Minta Maaf - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Selasa, 04 Agustus 2026 - 07:11 WIB
Mayor Jenderal Mohsen Rezaee, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyatakan serangan balas dendam terhadap Ukraina dibatalkan karena Kyiv minta maaf. Foto/NCRI
A A A
TEHERAN - Iran telah membatalkan serangan balas dendam terhadap Ukraina atas serangan bulan lalu terhadap kapal kargo Teheran di Laut Kaspia. Mayor Jenderal Mohsen Rezaee, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengatakan serangan balasan dibatalkan setelah Kyiv meminta maaf.
Pada 25 Juli, Ukraina menyerang kapal kargo Iran dengan pesawat nirawak, yang menewaskan seorang pelaut. Saat itu, Kyiv mengeklaim bahwa kapal tersebut mengangkut peralatan militer ke Rusia.
Baca Juga: Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Iran mengatakan kapal itu membawa kargo sipil dan mengecam serangan tersebut sebagai tindakan agresi. Rusia mengidentifikasi kapal tersebut sebagai kapal kargo kering Ana.
Rezaee mengatakan pada hari Senin bahwa Teheran telah memilih target di Ukraina. “Kami berencana menyerang tiga lokasi di Ukraina, tetapi membatalkan serangan tersebut setelah ada permintaan maaf dari Ukraina,” kata Rezaee, seperti dikutip dari Press TV, Selasa (4/8/2026).
Menurut laporan Fars News Agency, Rezaee mengatakan bahwa Kyiv mengeklaim menyerang kapal itu karena ada kesalahan dan bahwa Iran telah memutuskan untuk menyelidiki klaim tersebut. “Meskipun itu kesalahan, tetap akan ada konsekuensinya,” katanya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, telah meyakinkannya selama panggilan telepon bahwa serangan terhadap kapal itu tidak disengaja. "Dan Ukraina tidak menginginkan eskalasi," katanya. Namun, Araghchi tetap menuntut kompensasi atas insiden tersebut.
Andrii Sybiha awalnya menolak ancaman pembalasan Iran sebagai tidak beralasan dan tidak berdasar, tetapi kemudian menunjukkan sikap yang lebih lunak, dengan mengatakan,"Kyiv tidak pernah bermaksud menargetkan kapal atau warga sipil."
Rusia menggambarkan serangan terhadap kapal tersebut sebagai ilegal menurut hukum internasional dan menuduh Ukraina berupaya "memperluas wilayah aktivitas terorisnya."
Iran membantah memberikan bantuan militer kepada Rusia selain memasok sejumlah kecil drone kamikaze Shahed-136 sebelum konflik Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022. Moskow bersikeras bahwa semua drone Geran-2 miliknya, yang diyakini dimodelkan berdasarkan Shahed-136, diproduksi di dalam negeri.
Rusia juga membantah mengirimkan senjata ke Iran selama kampanye pengeboman Amerika Serikat-Israel terhadap republik Islam tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Terpopuler
1
2
3
4
5





