Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Iran ajukan enam syarat sebelum buka kembali Selat Hormuz - Aa

    2 min read

     

    Sahin Demir

    08 Agustus 2026Update: 08 Agustus 2026

    Pejabat keamanan tertinggi Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat mengubah kebijakan yang disebutnya bermusuhan terhadap Teheran dan memenuhi sejumlah tuntutan yang diajukan Iran.

    Pernyataan itu disampaikan ketika perundingan mengenai masa depan pelayaran di jalur strategis tersebut masih menemui jalan buntu.

    Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr mengatakan Washington harus "memperbaiki perilakunya" sebelum Selat Hormuz dapat dibuka kembali.

    Zolghadr menyebutkan enam syarat yang harus dipenuhi Amerika Serikat, yakni mengakhiri apa yang disebutnya sebagai ancaman terhadap pemimpin tertinggi Iran, menghentikan secara permanen aksi militer terhadap Iran dan sekutu-sekutunya di kawasan, menarik seluruh kekuatan laut dan udara Amerika Serikat yang menurutnya terlibat dalam blokade terhadap Iran, memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami Teheran selama konflik baru-baru ini, mencabut sanksi Amerika Serikat, serta membebaskan aset-aset Iran yang dibekukan.

    Menurut Zolghadr, tuntutan tersebut mencerminkan kehendak rakyat Iran yang ditunjukkan melalui aksi unjuk rasa nasional selama enam hari terakhir.

    "Dewan Keamanan Nasional Tertinggi tidak akan mundur dari tuntutan-tuntutan ini, baik dalam situasi perang maupun dalam perundingan," katanya.

    Militer Iran sebut tatanan baru di Selat Hormuz tidak dapat diubah

    Secara terpisah, juru bicara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia mengatakan "tatanan Iran" yang mengatur Selat Hormuz bersifat "tidak dapat diubah."

    Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat "tidak memiliki pilihan selain menerima kenyataan yang ada" atau menghadapi "biaya yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya."

    Perundingan masih buntu

    Pernyataan tersebut disampaikan ketika perundingan mengenai masa depan pelayaran di Selat Hormuz masih mengalami kebuntuan.

    Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar yang mengakhiri permusuhan aktif serta membuka jalan bagi perundingan menuju kesepakatan yang lebih luas.

    Nota kesepahaman tersebut mengatur pemulihan bertahap pelayaran komersial di Selat Hormuz. Namun, pelaksanaannya kemudian terhambat setelah kedua negara saling menuduh telah melanggar ketentuan dalam kesepakatan tersebut.

    Komentar
    Additional JS