Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Air India Featured Kasus Narkoba Spesial

    Horor Pesawat Air India Tiba-tiba Menukik, Pilot Ternyata Positif Narkoba - detik

    3 min read

     

    New Delhi -

    Pilot maskapai Air India dinyatakan positif menggunakan ganja saat bertugas menerbangkan pesawat dengan rute Phuket-New Delhi pekan lalu. Pesawat yang diterbangkan pilot tersebut, sempat menukik tiba-tiba hingga 300 kaki atau 91 meter, namun berhasil mendarat dengan selamat.

    Pesawat yang mengalami insiden itu membawa total 145 orang, yang terdiri atas 137 penumpang dan delapan awak.

    Menurut sumber-sumber yang memahami masalah ini, seperti dilansir Reuters, Rabu (12/8/2026), kapten penerbangan Air India rute Phuket-New Delhi itu telah dinyatakan positif ganja dalam tes konfirmasi narkoba. Hasil positif ganja ini dikonfirmasi dalam tes kedua terhadap pilot yang tidak disebut namanya itu.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Informasi ini diungkapkan setelah Kementerian Penerbangan Sipil India memanggil CEO Air India, Campbell Wilson, terkait insiden yang melibatkan pesawat jenis Airbus A320neo tersebut.

    Pihak Air India dan Kementerian Penerbangan Sipil India enggan memberikan komentar terhadap laporan tersebut.

    Wilson mengatakan kepada media lokal India bahwa pihak maskapai Air India telah memberikan laporan kepada kementerian mengenai status penyelidikan insiden tersebut.

    Pemanggilan itu dilakukan beberapa hari setelah otoritas India memulai penyelidikan terhadap insiden yang menyebabkan 13 penumpang dan empat awak pesawat mengalami luka-luka.

    Penerbangan dari kota wisata di Thailand itu, menurut keterangan pemerintah India, mengalami "perubahan ketinggian sesaat" saat melintasi negara bagian Odisha di India bagian timur. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat di New Delhi.

    Pada Minggu (9/8), Kementerian Penerbangan Sipil India menyatakan bahwa pemeriksaan awal terhadap pilot Air India tersebut untuk mendeteksi zat psikoaktif menunjukkan hasil yang mengharuskan uji laboratorium sebagai konfirmasi.

    Oleh karena itu, menurut laporan Bloomberg, pilot tersebut menjalani pemeriksaan tahap kedua untuk memastikan apakah dia berada di bawah pengaruh zat psikoaktif saat pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian di udara.

    Pemeriksaan terhadap zat psikoaktif merupakan prosedur standar dalam investigasi kritis, dan hasil yang menunjukkan indikasi non-negatif pada tes pertama mengharuskan dilakukannya tes konfirmasi.

    Dalam kasus ini, menurut sumber-sumber yang dikutip Reuters dan Bloomberg, tes kedua juga menunjukkan hasil positif.

    Keselamatan penerbangan telah menjadi perhatian utama bagi industri penerbangan India yang berkembang pesat, menyusul kecelakaan mematikan yang melibatkan pesawat Boeing 787 Dreamliner milik Air India pada tahun 2025 dan berbagai insiden kelalaian keselamatan lainnya.

    Tonton juga video "Aksi Buka Pintu Pesawat Pas Terbang, Definisi Beneran Ngikutin Kata Otak!"

    (nvc/ita)

    Komentar
    Additional JS