AS Hadapi Kekurangan Kritis Rudal Pencegat Pertahanan Udara, dari 2.300 jadi Hanya 827 - SindoNews
Sabtu, 01 Agustus 2026 - 12:58 WIB
Sistem rudal Patriot AS. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Konflik selama berbulan-bulan di Timur Tengah telah membuat Pentagon menghadapi berkurangnya pasokan rudal pencegat pertahanan udara. Kondisi ini mendorong para perencana militer mempertimbangkan apakah AS dapat mempertahankan laju serangan balasan saat ini, menurut laporan Fox News.
Data yang dikumpulkan Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menunjukkan persediaan pencegat Patriot AS sebelum konflik anjlok dari sekitar 2.300 menjadi kurang dari 827.
Tingkat persediaan untuk unit Pertahanan Area Ketinggian Tinggi Terminal (THAAD) mengalami penurunan paralel, menyusut dari 452 menjadi kurang dari 278.
CSIS memperingatkan pengisian kembali cadangan kritis ini mungkin membutuhkan setidaknya tiga tahun, menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan militer untuk melindungi personel AS dan instalasi di luar negeri jika krisis terpisah terjadi di wilayah seperti Pasifik, menurut laporan Fox News.
Untuk mengatasi kekurangan ini, laporan tersebut menyatakan Pentagon mengalokasikan USD18,2 miliar dalam proposal pendanaan darurat sebesar USD67 miliar untuk tahun fiskal 2026 khusus untuk pengadaan rudal Patriot pengganti, rudal jelajah Tomahawk Angkatan Laut, dan sistem THAAD.
Laporan tersebut menambahkan amunisi yang lebih murah dengan harga USD600.000 atau di bawahnya mencakup setengah dari semua senjata yang diminta dalam permintaan anggaran awal militer tahun 2027.
Baca juga: Jutaan Warga Berunjuk Rasa di Seluruh Yaman, Dukung Kebijakan Blokade untuk Blokade
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Terpopuler
1
2
3
4
5






