Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Anggota Parlemen Iran: Kami Tak Akan Terima Gencatan Senjata Ala Amerika, Respons Militer Berlanjut - Tribunnews

    6 min read

     

    Teheran menilai model gencatan senjata yang disebutnya sebagai “gaya Amerika” tidak dapat diterima.

    Tayang:

    HO/IST/Tangkap Layar/X

    TERPUTUS - Gambar tangkap layar media sosial yang menunjukkan Jembatan jalan raya B1, yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj di barat, terputus total setelah serangan udara Amerika Serikat, Kamis (2/4/2026). Iran merespons dengan memberikan ancaman menyerang delapan jembatan di negara Arab sekutu AS. 

    Anggota Parlemen Iran: Kami Tak Akan Terima Gencatan Senjata Ala Amerika, Respons Militer Berlanjut

    Ringkasan Berita:
    • Anggota parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi menegaskan Teheran menolak gencatan senjata yang memungkinkan AS kembali menyerang secara sepihak.
    • Iran disebut akan terus merespons tindakan yang dianggap sebagai agresi hingga musuh menerima kekalahan dan situasi regional stabil.
    • Boroujerdi juga menyerukan persatuan nasional Iran di tengah konflik dan meningkatnya ketegangan dengan AS serta Israel.

    TRIBUNNEWS.COM - Iran menegaskan tidak akan menerima skema gencatan senjata yang memungkinkan Amerika Serikat (AS) kembali melakukan serangan sewaktu-waktu.

    Pernyataan tersebut disampaikan anggota senior parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, di tengah ketegangan militer yang masih berlangsung di kawasan.

    Boroujerdi, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, mengatakan Teheran menilai model gencatan senjata yang disebutnya sebagai “gaya Amerika” tidak dapat diterima.

    Baca juga: Iran Ubah Doktrin Tempur, IRGC Disiapkan Operasi Jauh di Wilayah Musuh

    Dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran IRNA, Boroujerdi menuduh AS tidak memenuhi komitmen sebelumnya dan mengatakan Iran akan terus memberikan respons militer terhadap tindakan yang dianggap sebagai agresi hingga situasi di kawasan stabil.

    “Iran tidak pernah menerima gencatan senjata ala Amerika, di mana militer AS dapat melanjutkan agresi kapan pun mereka menginginkannya,” kata Boroujerdi.

    Ia juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai pelanggaran AS terhadap kesepakatan gencatan senjata dan Islamabad Memorandum of Understanding.

    Menurut dia, pengalaman sebelumnya membuat Iran tidak mempercayai komitmen Washington.

    Boroujerdi mengatakan Iran tidak akan membiarkan AS bertindak tanpa batas di kawasan.

    Ia juga memuji respons militer Iran terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi baru AS.

    Menurutnya, kemampuan Iran untuk bertahan dan memberikan respons militer telah menunjukkan bahwa infrastruktur AS di kawasan dapat menjadi sasaran apabila serangan terhadap Iran berlanjut.

    Pernyataan tersebut mencerminkan sikap keras Teheran terhadap Washington setelah periode konflik dan ketegangan militer yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.

    Boroujerdi juga menyinggung pertemuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump.

    Ia menuduh kedua negara bekerja sama dalam tindakan yang disebutnya sebagai kejahatan terhadap Iran dan menilai perkembangan tersebut kembali diikuti perang psikologis.

    Ia mengeklaim berkurangnya intensitas serangan AS terutama disebabkan oleh kemampuan Iran memberikan respons militer yang kuat.

    Boroujerdi juga mengaitkan sikap pemerintahan Trump dengan kekhawatiran terhadap pemilu Kongres AS yang akan datang serta dampak konflik terhadap militer AS.

    Namun, seluruh penilaian mengenai alasan berkurangnya serangan AS tersebut merupakan pernyataan politik dari anggota parlemen Iran dan belum dapat dianggap sebagai penjelasan independen mengenai kebijakan Washington.

    Di dalam negeri, Boroujerdi menyerukan agar persatuan nasional Iran tetap dipertahankan selama kondisi perang.

    Menurut dia, persatuan dan kohesi nasional diperlukan untuk menghadapi tekanan serta menggagalkan upaya lawan memanfaatkan konflik untuk melemahkan Iran.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Teheran masih mengambil posisi keras dalam isu gencatan senjata dan belum bersedia menerima mekanisme yang menurutnya memberikan ruang bagi AS untuk kembali melakukan serangan secara sepihak.

    Komentar
    Additional JS