Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Gaza Iran Konflik Timur Tengah Palestina Spesial

    Warga Palestina Keluhkan Gaza Terlupakan Sejak Perang AS-Iran - detik

    3 min read

     




    Jakarta -

    Warga Palestina mengeluhkan tentang perang Gaza yang kini terlupakan sejak Amerika Serikat dan Israel berperang dengan Iran.

    "Sejak Amerika Serikat berperang dengan Iran, seluruh dunia telah melupakan Gaza dan tragedinya. Kami tidak lagi memiliki siapa pun yang membela kami," kata Ahmed Jamali, 53 tahun, seorang warga Palestina dari kamp pengungsian di Gaza, tempat ia tinggal.

    "Kami lemah dan tertindas, dan Israel melakukan apa pun yang diinginkannya: membunuh, menghancurkan, dan menduduki Gaza, sementara tidak ada seorang pun di dunia yang berbuat apa pun," cetusnya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/7/2026).

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ketidakpedulian yang tampak terhadap wilayah Palestina ini semakin mencolok karena wilayah tersebut berada di jantung rangkaian peristiwa, yang menjerumuskan kawasan itu ke dalam konfrontasi paling berbahaya dalam beberapa dekade.

    Serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 memicu respons militer besar-besaran di Gaza, melibatkan sekutu-sekutu yang didukung Teheran seperti kelompok milisi Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman, dan akhirnya Iran sendiri.

    Apa yang dimulai sebagai perang lokal antara Israel dan Hamas, berkembang menjadi konflik regional dan, pada gilirannya, konfrontasi langsung antara musuh bebuyutan Iran dan AS.

    Lebih dari dua setengah tahun kemudian, Gaza tetap terperangkap dalam krisis kemanusiaan yang parah. Meskipun gencatan senjata dicapai antara Israel dan Hamas pada Oktober 2025, upaya untuk benar-benar mengakhiri perang terhenti selama berbulan-bulan.

    Bagi para analis, hal itu menunjukkan pergeseran prioritas regional.

    "Hal ini mencerminkan penurunan nilai strategis Hamas di mata Iran," kata Hugh Lovatt dari Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri kepada AFP.

    Fokus diplomatik juga telah bergeser, dengan meningkatnya rasa lelah internasional terhadap Gaza.

    "Gaza secara bertahap memudar dari perhatian internasional," kata Lovatt.

    (ita/ita)

    Komentar
    Additional JS