Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Featured NATO Spesial

    Trump Marahi Sekutu, Sebut AS Rugi Besar jika Terus Bela NATO - Kompas

    3 min read

     

    WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap aliansi militer dari 32 negara Eropa dan Amerika Utara (NATO) menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO pada 7-8 Juli di Ankara, Turkiye.

    Trump menilai sudah tidak masuk akal bagi AS untuk terus mempertahankan tingkat dukungan seperti saat ini karena hubungan Washington dengan aliansi tersebut dinilainya berjalan secara sepihak.

    Melalui akun Truth Social miliknya pada Kamis (2/7/2026), Trump menegaskan bahwa hubungan AS dengan NATO tidak bersifat timbal balik.

    Baca juga: Takut Trump Ngamuk, NATO Siapkan Taktik Merayu Presiden AS di KTT Ankara

    Sebagaimana dikutip AFP, ia menulis bahwa negara-negara anggota NATO "tidak ada untuk kami" dan menyebut hubungan Washington dengan aliansi pertahanan tersebut tidak saling menguntungkan.

    Trump Membual soal Beri Iran Libur untuk Urus Pemakaman Ali Khamenei

    Menurutnya, AS memikul beban yang jauh lebih besar dibanding sekutu-sekutunya.

    Pernyataan terbaru itu melanjutkan kritik Trump terhadap negara-negara Eropa dalam beberapa waktu terakhir.

    Ia berulang kali mengecam respons sekutu-sekutu Eropa terkait perang di Iran, terutama setelah sejumlah negara membatasi penggunaan pangkalan militer mereka oleh pasukan AS.

    Trump juga terus mendorong agar negara-negara Eropa mengambil peran utama dalam menjaga pertahanan kawasan mereka sendiri, sementara Washington telah mulai mengurangi sebagian komitmen pertahanannya.

    Baca juga: AS Waspada, Rusia Dilaporkan Bakal Provokasi Polandia untuk Uji NATO

    Unggah grafik belanja pertahanan NATO

    Dalam unggahan yang sama di Truth Social, Trump menyertakan grafik mengenai belanja pertahanan negara-negara anggota NATO.

    Grafik tersebut menunjukkan bahwa AS mengeluarkan anggaran pertahanan yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa negara anggota lain yang ditampilkan, sebagai dasar argumennya bahwa beban pertahanan dalam aliansi belum dibagi secara seimbang.

    Di bawah tekanan Trump, para pemimpin NATO pada pertemuan tahun lalu telah menyepakati peningkatan belanja yang berkaitan dengan pertahanan hingga mencapai 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) masing-masing negara pada 2035.

    NATO sendiri didirikan pada 1949 sebagai aliansi pertahanan yang dipimpin AS. Selama puluhan tahun, aliansi tersebut dianggap berperan menjaga stabilitas di Eropa, membendung pengaruh Uni Soviet pada era Perang Dingin, sekaligus memperkuat posisi AS sebagai kekuatan dunia.

    Baca juga: Italia Marah Disebut Bantu AS Serang Iran, Kecam Sekjen NATO

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Trump “Ngide” Ajak Obama-Biden Nobar Bola, Reuni Presiden di Gedung Putih?

    Komentar
    Additional JS