Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Timur Tengah Memanas Lagi, AS Lumpuhkan 140 Target, Iran Serang Negara Teluk - Kompas

    5 min read

     


    WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) mengeklaim telah menyelesaikan putaran ketiga serangan terhadap Iran, Minggu (12/7/2026).

    Ini merupakan balasan atas serangan Iran baru-baru ini terhadap kapal berbendera Siprus di Selat Hormuz.

    "Pasukan AS telah menyerang 140 target militer, termasuk lokasi rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai," bunyi pernyataan Centcom, dikutip dari Al Jazeera.

    Menurut Centcom, lebih dari 300 target berhasil dihantam selama tiga malam sepanjang minggu itu untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz.

    AS-Iran Panas Lagi, Pakistan dan Negara Teluk Bergerak

    Pasukan AS telah membantu lebih dari 800 kapal komersial dengan muatan termasuk 400 juta barrel minyak, agar berhasil melewati Selat Hormuz sejak awal Mei.

    Baca juga: AS Lancarkan Serangan Ketiga ke Iran, Balas Insiden di Selat Hormuz

    Iran serang negara Teluk

    Sementara, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeklaim telah menyerang pusat-pusat dukungan logistik dan platform pengisian bahan bakar yang digunakan oleh kapal induk AS di Pelabuhan Duqm di Oman.

    Kantor humas IRGC mengatakan kepada IRIB bahwa situs-situs tersebut hancur dalam serangan itu.

    Serangan terhadap Oman disebut-sebut sebagai fase ketiga dari responsnya terhadap pemboman AS.

    Iran dilaporkan juga menargetkan Kuwait dan Qatar dalam serangan terbarunya.

    Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Babak Baru Ketegangan dengan AS

    Staf Umum Angkatan Darat Kuwait mengumumkan, pasukannya saat ini sedang menanggapi serangan udara musuh di wilayah udara negara tersebut.

    Dalam unggahan di X pihak militer mengatakan, suara ledakan apa pun adalah hasil dari sistem pertahanan mereka yang mencegat serangan tersebut.

    “Semua orang diminta untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang yang berwenang,” tambah pernyataan itu.

    Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Qatar telah menaikkan tingkat ancaman keamanan negara ke level tinggi untuk kedua kalinya pagi ini.

    Pemerintah Qatar juga mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah mereka atau di tempat yang aman.

    Baca juga: Iran Tuduh Kelompok Garis Keras Tembaki Kapal di Selat Hormuz

    Iran tutup Selat Hormuz

    Baliho di bangunan Lapangan Valiasr, Teheran, Iran, menggambarkan wajah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Selat Hormuz, ketika difoto pada 2 Mei 2026.

    Lihat Foto

    Sebelumnya, Angkatan Laut IRGC menutup sementara Selat Hormuz sampai pemberitahuan lebih lanjut.

    Dalam pernyataan yang disiarkan melalui lembaga penyiaran negara, IRIB, Angkatan Laut IRGC mengatakan, campur tangan asing dan upaya untuk menetapkan "jalur ilegal" melalui selat tersebut akan ditanggapi dengan tegas.

    IRGC memperingatkan, setiap agresi AS sebagai akibat dari penutupan ini akan ditanggapi dengan keras.

    Baca juga: Trump Disebut Ragukan Kesepakatan Nuklir Iran, Buka Opsi Militer Lagi?

    Mereka menargetkan kapal-kapal dengan tembakan peringatan karena mematikan sistemnya dan menyimpang dari rute yang disetujui Iran.

    Disebutkan bahwa beberapa kapal mengabaikan peringatan untuk memperbaiki haluan dan bergerak sesuai rute yang disetujui. 

    Hal ini terjadi setelah insiden awal pekan ini ketika tiga kapal tanker komersial diserang, yang memicu baku tembak dengan AS. 

    Angkatan Laut IRGC menegaskan, tidak ada kapal yang akan diizinkan melewati selat tersebut sampai campur tangan AS di wilayah itu berakhir.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Duduk Perkara Iran Vs AS Saling Serang Lagi, Bahrain dan Kuwait "Terguncang"

    Komentar
    Additional JS