Penerimaan Pajak Jepang Diperkirakan Tembus Rekor 84 Triliun Yen - VoI

02 Juli 2026, 16:00
Gedung Kementerian Keuangan Jepang di Tokyo. Penerimaan pajak Jepang pada tahun fiskal 2025 diperkirakan melampaui 84 triliun yen, menjadi rekor tertinggi selama enam tahun berturut-turut. Foto: Kyodo News.
Jakarta - Penerimaan pajak Jepang diperkirakan kembali mencetak rekor. Di tengah inflasi dan kenaikan upah, kas negara itu kemungkinan menembus lebih dari 84 triliun yen pada tahun fiskal 2025.
Kyodo News dikutip Kamis, 2 Juli, melaporkan, penerimaan pajak Jepang untuk tahun fiskal yang berakhir Maret diperkirakan menjadi rekor tertinggi untuk tahun keenam berturut-turut. Nilainya melampaui 84 triliun yen atau sekitar 517 miliar dolar AS. Dengan asumsi kurs Rp110 per yen, nilainya setara sekitar Rp9.240 triliun.
Angka itu naik sekitar 9 triliun yen dari realisasi tahun fiskal 2024 sebesar 75,23 triliun yen. Kenaikan terutama ditopang laba perusahaan yang kuat, sehingga penerimaan pajak korporasi ikut naik.
Inflasi dan kenaikan upah juga mendorong penerimaan pajak konsumsi dan pajak penghasilan.
Perkiraan terbaru itu melampaui estimasi pemerintah sebelumnya sebesar 80,7 triliun yen. Kementerian Keuangan Jepang diperkirakan mengumumkan angka resmi paling cepat Jumat.
Rekor penerimaan pajak ini muncul saat pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan pemangkasan pajak konsumsi untuk makanan dan minuman. Tarifnya direncanakan turun dari 8 persen menjadi 1 persen mulai April 2027.
Penerimaan pajak penghasilan juga pulih setelah sempat turun pada tahun fiskal 2024. Penurunan saat itu terjadi akibat pemotongan pajak sementara pada masa pemerintahan mantan Perdana Menteri Fumio Kishida.
Sementara itu, penerimaan pajak konsumsi tetap tertopang inflasi dan belanja rumah tangga yang masih solid.