Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Pangeran Harry Spesial

    Pangeran Harry Tak Ajak Keluarga ke London karena Alasan Keamanan, Siapa yang Akan Menyerangnya? - Tribunnews

    7 min read

     


    Gagal memuat video. Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Pangeran Harry akan berkunjung ke London pekan depan tanpa Meghan Markle dan kedua anak mereka karena alasan keamanan. 
    • Dokumen keamanan yang diungkap GB News menyebut Harry menghadapi sedikitnya enam ancaman teror, termasuk seruan pembunuhan dari al-Qaeda, sehingga ia kembali meminta perlindungan negara. 
    • Pemerintah Inggris tetap mempertahankan sistem pengamanan yang berlaku dan menolak berkomentar mengenai pengaturan untuk individu tertentu.

    TRIBUNNEWS.COM - Pangeran Harry, Duke of Sussex, tidak akan didampingi istrinya, Meghan Markle, serta kedua anak mereka saat mengunjungi London dalam rangkaian perjalanan ke Inggris pekan depan.

    Hal itu disampaikan seorang sumber yang dekat dengannya kepada AFP pada Sabtu (4/7/2026).

    Harry yang kini berusia 41 tahun akan berkunjung untuk menandai hitung mundur satu tahun menuju penyelenggaraan Invictus Games 2027, ajang olahraga bagi veteran perang yang terluka yang ia dirikan pada 2014. Kompetisi tersebut akan berlangsung pada 10–17 Juli 2027.

    Selama kunjungan beberapa hari itu, Harry juga dijadwalkan menghadiri sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan organisasi amal lain yang didukungnya.

    Agenda untuk sisa perjalanan masih dipertimbangkan, sehingga belum diketahui apakah seluruh keluarganya tetap tidak akan datang ke Inggris, atau tetapi memilih tinggal di luar ibu kota.

    Tahun lalu, Harry mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan keluarganya di Inggris setelah kalah dalam gugatan untuk memulihkan perlindungan penuh dari kepolisian selama berada di negara tersebut.

    "Saya tidak mungkin membawa keluarga saya kembali ke Inggris dengan aman," kata Harry kepada BBC saat itu.

    Namun, apa yang membuat Pangeran Harry begitu khawatir kembali ke Inggris?

    Pangeran Harry dan Keluarganya: Meghan Markle, Archie dan Lilibet
    ROYAL FAMILY - Pangeran Harry dan Keluarganya: Meghan Markle, Archie dan Lilibet (Instagram @alexilubomirski)

    Mengutip GB News, Pangeran Harry menghadapi enam ancaman teror terhadap dirinya, dengan lima di antaranya berasal dari Inggris, menurut sebuah dokumen yang sangat sensitif yang disusun oleh perusahaan keamanan pribadi Duke of Sussex.

    Laporan rahasia tersebut, yang pertama kali diberitakan ITV dan dikonfirmasi oleh GB News, diserahkan kepada Ravec menjelang kunjungan Harry ke Inggris pekan depan.

    Ravec adalah komite yang bertanggung jawab menentukan perlindungan yang didanai negara bagi anggota keluarga kerajaan dan politisi senior.

    Di antara ancaman yang dirinci terdapat dokumen al-Qaeda yang secara khusus menyerukan pembunuhan Duke of Sussex.

    Baca juga: Pangeran Harry Kunjungi London Tanpa Meghan dan Anak-anak, Isu Keamanan Jadi Alasan

    Penilaian risiko yang disiapkan pada Februari oleh perusahaan keamanan berbasis di Amerika Serikat yang dipekerjakan keluarga Sussex, mengidentifikasi sedikitnya enam ancaman terhadap Harry dari pelaku teror jihadis dan kelompok sayap kanan yang juga pernah menargetkan tokoh-tokoh terkemuka Inggris lainnya, menurut ITV.

    Analisis perusahaan tersebut menyimpulkan bahwa ancaman prioritas tertinggi yang dihadapi keluarga Sussex berasal dari terorisme stokastik (stochastic terrorism), yang juga dikenal sebagai terorisme aktor tunggal atau terorisme akar rumput.

    Catatan Kepolisian Metropolitan menunjukkan adanya hampir 500 calon penguntit yang menargetkan keluarga kerajaan, dengan sekitar setengahnya diketahui telah menunjukkan ancaman terhadap Harry, Meghan, serta anak-anak mereka, Archie dan Lilibet.

    Perusahaan keamanan swasta saat ini memantau 28 individu yang menunjukkan perilaku penguntitan berbahaya terhadap keluarga tersebut.

    Yang lebih mengkhawatirkan, keberadaan empat orang yang telah dihukum terkait ancaman teroris terhadap Harry hingga kini masih belum diketahui oleh tim keamanannya.

    Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa risiko keselamatan bagi Duke dan Duchess of Sussex jauh lebih tinggi di Inggris, tempat sebagian besar ancaman paling serius berasal.

    Ancaman dari al-Qaeda muncul pada 2023 ketika FBI memperingatkan tim keamanan Harry mengenai intelijen yang diterima dari sumber luar negeri.

    Para pemimpin senior al-Qaeda menerbitkan sebuah dokumen di saluran Telegram tertutup yang secara khusus merujuk pada pembunuhan Harry.

    Dokumen tersebut juga mendesak para pengikut yang tinggal di negara-negara Barat untuk membunuh personel angkatan udara yang pernah bertugas di Afghanistan.

    Nama Harry disebut dalam konteks tersebut karena ia dua kali menjalani penugasan bersama Angkatan Darat Inggris di Afghanistan pada 2007 dan 2008.

    Laporan itu juga mencatat insiden keamanan lain, termasuk upaya penyusupan pada Mei 2023 di kediaman pasangan tersebut di Montecito, California, oleh seorang pria yang membawa palu dan lakban.

    Kantor Harry menyatakan bahwa mereka dijanjikan peninjauan oleh Dewan Manajemen Risiko sebelum kunjungan mendatangnya ke Inggris.

    Namun, mereka baru menerima surat pekan lalu yang hanya berisi nomor telepon petugas penghubung kepolisian.

    Harry kehilangan perlindungan kerajaan otomatisnya pada 2020.

    Meski dijanjikan peninjauan tahunan, hal itu tidak pernah dilakukan sejak keluarganya pindah ke California enam tahun lalu.

    Personel keamanan pribadinya dapat menemaninya ke luar negeri, tetapi tidak diizinkan membawa senjata api di wilayah Inggris.

    Laporan tersebut menyatakan bahwa tanpa senjata api, petugas perlindungannya tidak dapat merespons secara efektif jika terjadi serangan bersenjata dari teroris, pelaku kriminal, atau individu yang mengalami gangguan mental.

    Laporan itu menyimpulkan bahwa satu-satunya cara untuk mengurangi risiko yang masih tersisa terhadap Harry adalah dengan memberinya perlindungan yang didukung negara.

    Laporan tersebut juga mencatat bahwa hanya polisi Inggris dengan otorisasi Ravec yang diperbolehkan membawa senjata saat melindunginya.

    Penilaian keamanan tersebut menegaskan bahwa kerentanan Harry membuatnya berpotensi menjadi anggota keluarga kerajaan yang paling rentan terhadap serangan pihak-pihak yang ingin menyerang keluarga kerajaan.

    Dokumen itu juga mencatat bahwa meskipun telah mundur dari tugas-tugas kerajaan, Harry tetap merupakan putra Raja dan simbol mahkota.

    Sementara itu, Istana Kensington membantah bahwa Pangeran William memiliki staf yang mewakilinya di komite tersebut.

    Harry telah lama mencurigai para pejabat senior di sekitar ayah dan saudara laki-lakinya menentang pemberian perlindungan yang didanai negara kepadanya.

    Raja Charles, yang saat ini berada di Skotlandia, belum bertemu cucu-cucunya sejak 2022.

    Meski demikian, Istana Buckingham menegaskan bahwa urusan keamanan sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian Dalam Negeri Inggris.

    Kementerian Dalam Negeri menyatakan sistem perlindungan keamanannya telah disusun secara ketat dan proporsional, tetapi menolak memberikan komentar mengenai pengaturan keamanan untuk individu tertentu.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

    Komentar
    Additional JS