Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Featured Spesial Zohran Mamdani

    Mamdani Tolak Visi Trump tentang Amerika pada Pidato Peringatan 250 Tahun AS - IndonesiaInside

    2 min read

     


    No Result View All Result

    Indonesiainside.id – Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, menyampaikan kritik keras terhadap pandangan Presiden Donald Trump mengenai identitas Amerika Serikat dalam pidato peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, Jumat (4/7/2026). Tanpa menyebut nama Trump secara langsung, Mamdani menolak narasi yang menurutnya membatasi makna menjadi orang Amerika berdasarkan ras, warna kulit, atau aksen.

    Berpidato di Balai Kota New York dari meja bersejarah yang pernah digunakan George Washington, Mamdani menegaskan bahwa Amerika dibangun oleh keberagaman, bukan oleh eksklusivitas.

    “Amerika, begitu kata mereka, hanya milik mereka yang memiliki aksen atau warna kulit yang tepat. Kita yang lain, mereka bersikeras, seharusnya bersyukur hanya karena diizinkan berkunjung. Betapa piciknya mereka. Betapa lemahnya, betapa tidak orisinalnya,” ujar Mamdani.

    Pidato itu disampaikan di hadapan sejumlah warga negara Amerika yang baru saja memperoleh kewarganegaraan melalui proses naturalisasi. Mamdani memanfaatkan momen tersebut untuk membela peran para imigran dalam membentuk sejarah dan masa depan Amerika Serikat.

    Menurutnya, ironi terbesar dalam sejarah Amerika adalah bahwa banyak tokoh yang membangun negara itu justru pernah dipandang sebelah mata oleh kelompok yang memiliki kekuasaan dan pengaruh.

    “Upaya untuk mewujudkan nilai-nilai yang pertama kali diabadikan dalam Deklarasi Kemerdekaan masih terus berlanjut, dan itu adalah tanggung jawab kita semua, termasuk warga Amerika baru,” katanya.

    Mamdani juga mengenang pengalamannya sendiri ketika menjadi warga negara Amerika hampir satu dekade lalu. Ia mengatakan kebanggaan menjadi warga Amerika tidak menghapus identitas asal-usul seseorang, melainkan memperkaya jati diri bangsa.

    Pidato tersebut menandai semakin besarnya peran Mamdani di panggung politik nasional, terutama setelah tiga kandidat legislatif yang didukungnya berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat bulan lalu.

    Pernyataan Mamdani disampaikan hanya beberapa jam sebelum Presiden Donald Trump dijadwalkan memberikan pidato peringatan 250 tahun Amerika Serikat di Mount Rushmore. Momen itu juga bertepatan dengan putusan Mahkamah Agung yang mempertahankan prinsip kewarganegaraan berdasarkan kelahiran, sebuah perkembangan yang dinilai menjadi hambatan bagi sebagian agenda kebijakan imigrasi pemerintahan Trump.

    Komentar
    Additional JS