Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Lintas Peristiwa Paris Perancis Spesial

    Kota Paris di Prancis Alami Lonjakan Kematian 62 Persen Dampak dari Gelombang Panas Ekstrem - Tribunnews

    4 min read

     


    Ringkasan Berita:
    • Pada bulan Juni, Prancis mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor; fenomena ini berlangsung selama sekitar 11 hari dan menyebabkan suhu melonjak hingga di atas 40°C di banyak wilayah.
    • Sekitar 15.000 orang meninggal dunia di Prancis akibat gelombang panas hebat pada tahun 2003 silam.
    • Jumlah korban jiwa akibat gelombang panas bulan Juni akan lebih rendah dibandingkan tahun 2003

    TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Prancis mencatat lonjakan jumlah kematian sebesar hampir 30 persen pada tanggal 22 Juni 2026 atau pada puncak gelombang panas ekstrem yang melanda negara tersebut.

    Baca juga: PBB Keluarkan Peringatan El Nino Menguat Drastis, Gelombang Panas dan Kekeringan Berpotensi Meluas

    Dalam laporan terbarunya, Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Public Health France) menyatakan adanya peningkatan sebesar 29,1 persen, yang setara dengan tambahan 2.025 kematian dibandingkan pekan sebelumnya. Angka tersebut kemungkinan merupakan estimasi yang lebih rendah dari angka sebenarnya.

    Laporan tersebut menyebutkan bahwa jumlah kematian di wilayah Paris meningkat sebesar 62 persen selama pekan yang dimulai pada 22 Juni. Lonjakan serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Pays de la Loire.

    Sejumlah politisi Prancis mengecam langkah-langkah yang mereka anggap tidak memadai dari pihak berwenang dalam membantu Prancis menghadapi kenaikan suhu. Pada hari Kamis(2/7/2026), Partai Hijau mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Sebastien Lecornu.

    Pada bulan Juni, Prancis mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor; fenomena ini berlangsung selama sekitar 11 hari dan menyebabkan suhu melonjak hingga di atas 40°C di banyak wilayah.

    Sekitar 15.000 orang meninggal dunia di Prancis akibat gelombang panas hebat pada tahun 2003, dengan banyak di antaranya adalah lanjut usia yang meninggal di panti jompo.

    Gelombang panas bulan Juni ini dinilai lebih ekstrem, namun pihak berwenang menyatakan bahwa dampaknya tidak separah sebelumnya.

    Baca juga: Gelombang Panas Tewaskan Lebih dari 1000 Orang di Spanyol

    "Kemungkinan besar tidak akan sebanding," ujar Menteri Kesehatan Stephanie Rist dikutip dari Channel News Asia, Jumat(3/7/2026).

    Nicolas Revel, Direktur Jenderal sistem rumah sakit umum Paris, mengatakan ia memperkirakan jumlah korban jiwa akibat gelombang panas bulan Juni akan lebih rendah dibandingkan tahun 2003, namun kemungkinan lebih tinggi daripada kejadian serupa tahun lalu yang merenggut 5.700 nyawa. (CNA)

    Komentar
    Additional JS