Ketahuan Borong 120 Ha Lahan di Pulau Elite, George Soros Bikin Warga Geram - detik
Jakarta -
Miliarder asal AS George Soros dan keluarganya baru-baru ini ketahuan membeli 120 hektare lahan di Shelter Island, New York. Pulau ini dikenal sebagai kawasan eksklusif dan jadi incaran banyak pebisnis untuk membangun resor.
Dilansir dari New York Post, di atas lahan tersebut terdapat 18 properti, terdiri dari bangunan dan lahan. Pembelian ini menjadikan mereka sebagai pemilik lahan terbesar.
Pemandangan salah satu properti dan dermaga di Shelter Island. Foto: Dennis A. Clark via NY Post
Berdasarkan laporan The Post, Soros dan keluarganya membeli properti tersebut secara diam-diam melalui berbagai perusahaan fiktif.
Pembelian properti dalam jumlah besar ini tidak disambut baik oleh warga setempat yang sudah menduduki pulau tersebut lebih dulu. Mereka khawatir miliarder tersebut akan mengacaukan komunitas yang telah terbentuk.
"Kami tidak pernah benar-benar mengetahui apa tujuan mereka membeli lahan seluas itu," kata seorang mantan warga yang menjual propertinya kepada keluarga Soros beberapa tahun lalu, seperti dikutip detikcom pada Jumat (3/7/2026).
"Tetapi karena hanya bisa didatangi dengan feri, kami pikir mereka mungkin sedang membangun bunker, jauh dari keramaian," tambahnya.
Keluarga Soros dikabarkan telah mengajukan izin kepada Dewan Kota Shelter Island untuk pemasangan pagar keamanan di sekitar lahannya agar warga setempat tidak asal masuk.
Warga langsung protes dan menolak rencana itu karena ada dermaga umum di ujung jalan. Namun, di satu sisi mereka tahu keluhan ini tidak akan didengar karena pejabat kota pasti bakal mengabulkan permintaan itu.
"Kita tidak bisa mengimbangi pengacara-pengacara yang dimiliki para jutawan ini dan mereka tampaknya membangun apa pun yang mereka inginkan," kata Steve Lenox, seorang penduduk lokal lama pada pertemuan Dewan Kota Shelter Island.
Ini bukan pertama kali pembelian properti Soros memantik reaksi negatif. Sekitar 6 tahun lalu, ia juga pernah membeli 22 hektare lahan di pinggir jalan dan menyebabkan warga sekitarnya tidak nyaman.
Alasannya kawasan rumah mereka seketika ramai pekerja bangunan beserta kendaraan hilir mudik membawa material. Salah satu pengerjaan yang dikenali adalah pembangunan kolam renang yang disebut menjadi yang terbesar di pulau tersebut.
Proyek di lahan tersebut digarap tertutup, bahkan tukang ledeng, tukang kayu, dan pembantu rumah di sana harus menandatangani perjanjian kerahasiaan. Jalanan di sekitarnya pun dipasang CCTV untuk memperketat keamanan.
(aqi/zlf)