Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Ayatollah Ali Khamenei Berita Featured Iran Spesial Teheran

    Jutaan Warga Padati Teheran pada Hari Kedua Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei - Tribunnews

    3 min read

     

    × Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Jutaan pelayat menghadiri hari kedua pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, dengan pemerintah memperkirakan total peserta mencapai 15–20 juta orang.
    • Iran menetapkan enam hari berkabung nasional setelah wafatnya Khamenei pada usia 86 tahun, yang menurut narasi sumber terjadi pada 28 Februari saat hari pertama perang AS-Israel di Iran.
    • Pengamanan diperketat di ibu kota, termasuk penutupan sejumlah jalan dan persiapan pembatasan wilayah udara untuk mengamankan jalannya prosesi.

    TRIBUNNEWS.COM - Teheran kembali dipadati jutaan warga pada hari kedua upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (4/7/2026).

    Prosesi penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi Republik Islam Iran itu berlangsung di tengah suasana duka nasional dan diperkirakan menjadi salah satu pertemuan publik terbesar dalam sejarah negara tersebut.

    Upacara pemakaman resmi dimulai pada Sabtu dan menjadi awal dari enam hari masa berkabung nasional.

    Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa jutaan warga telah berkumpul di ibu kota.

    Sementara otoritas memperkirakan sebanyak 15 hingga 20 juta orang akan mengikuti rangkaian prosesi selama tiga hari di Teheran.

    Baca juga: Jenderal Iran Muncul dari Persembunyian Jelang Pemakaman Ali Khamenei, Pemain Utama dalam Negosiasi

    Sebelum acara dimulai, ribuan pelayat telah memadati kompleks Grand Mosalla Teheran dengan membawa panji merah sebagai simbol pembalasan.

    Seruan dukungan serta slogan anti-Amerika dan tuntutan balas dendam terdengar di lokasi upacara, mencerminkan suasana emosional di tengah para pelayat.

    Banyak warga rela berjalan beberapa kilometer demi menghadiri prosesi tersebut.

    Sejak Jumat (3/7/2026) malam, ratusan orang telah berkumpul di sekitar Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla untuk mendapatkan kesempatan memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei.

    "Kami ingin mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada pemimpin kami. Karena itu, menunggu seperti ini tidak terasa menyakitkan atau sulit bagi kami," ujar seorang pelayat, Somayye Hamedi, kepada AFP.

    Pemerintah Iran juga memberlakukan pengamanan ketat di seluruh ibu kota dengan menutup sejumlah ruas jalan.

    Dan mempersiapkan pembatasan wilayah udara guna memastikan kelancaran upacara yang diperkirakan menjadi yang terbesar sejak pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.

    (*)

    Komentar
    Additional JS