Jaksa Jerman Sebut Ledakan Pipa Gas Nord Stream Didalangi Ukraina - Tribunnews
Jaksa penuntut meyakini bahwa warga negara Ukraina yang diduga menyabotase pipa gas Laut Baltik pada tahun 2022 bertindak "atas perintah…
Tayang:
Pihak berwenang Ukraina diyakini berada di balik sabotase pipa gas Nord Stream yang menghubungkan Rusia dengan Eropa pada tahun 2022, ungkap jaksa penuntut Jerman pada hari Kamis (02/7).
Dalam sebuah pernyataan yang merinci dakwaan terhadap tersangka Serhii K. pada Rabu (01/7), jaksa penuntut menyebutkan bahwa ia dan enam komplotannya bertindak "atas perintah otoritas Ukraina."
Menurut jaksa, terdakwa K, yang kini berusia 50 tahun, merupakan seorang "perwira di militer Ukraina" pada saat operasi tersebut berlangsung, dan rekan-rekannya juga merupakan "personel militer."
Jaksa menyatakan bahwa rencana tersebut bertujuan untuk "menghancurkan pipa Nord Stream 1 dan Nord Stream 2" dengan tujuan "menghentikan pasokan gas melalui pipa tersebut secara permanen dan mencegah Rusia menggunakan pendapatan dari perdagangan gas alam untuk membiayai operasi perangnya."
Jerman merupakan salah satu pendukung militer terbesar Ukraina dalam pertempurannya melawan invasi Rusia yang masih berlangsung. Hal ini membuat insiden tersebut berpotensi memicu situasi diplomatik yang canggung.
Kronologi operasi sabotase Nord Stream
Dalam penjelasannya soal dugaan operasi tersebut, jaksa mengatakan bahwa Serhii dan timnya melakukan perjalanan dari Ukraina ke Jerman menggunakan paspor Ukraina palsu. Mereka kemudian menyewa sebuah yacht bernama Andromeda dari sebuah perusahaan Jerman di Kota Rostock di bagian utara.
Para penyidik dilaporkan menemukan jejak bahan peledak militer HMX dan RDX di atas kapal Andromeda. Bahan peledak tersebut dipasang dengan pengatur waktu pada pipa bawah laut di dekat pulau Bornholm, Denmark, pada tanggal 22 September 2022.
Bahan peledak itu meledak empat hari kemudian pada tanggal 26 September dan menyebabkan kerusakan parah meskipun pipa-pipa tersebut sedang tidak beroperasi pada saat itu.
"Sebelum insiden tersebut, sekitar separuh pasokan gas alam tahunan Jerman diangkut melalui Nord Stream 1," ujar jaksa.
Tersangka kasus Nord Stream bantah dakwaan
Pada hari Rabu (01/7), media Jerman melaporkan bahwa tersangka Serhii telah didakwa sebagai kaki tangan dalam kejahatan perang, mengganggu layanan publik, menyebabkan ledakan, dan merusak infrastruktur.
Dakwaan ini menyusul ekstradisi K ke Jerman dari Italia, di mana ia ditangkap berdasarkan surat perintah penangkapan Jerman pada Agustus 2025.
K membantah keterlibatannya dan pengacaranya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ia yakin kliennya akan dibebaskan dari tuduhan.
Artikel ini diadaptasi dari artikel bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Algadri Muhammad
Editor: Rizki Nugraha

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle77798401_403.jpg.jpg)