Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali - SindoNews

    10 min read

     

    Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia Indeks HI-LITE More SINDOscope More MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel Live TV RCTI GTV MNCTV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin

    Jum'at, 17 Juli 2026 - 15:55 WIB

    Iran Beri Ancaman Ekstrem...

    Ketegangan di Timur Tengah resmi memasuki fase paling berbahaya yang mengancam stabilitas ekonomi global. Foto/Dok Discovery Alert.

    A A A

    JAKARTA - Ketegangan di Timur Tengah resmi memasuki fase paling berbahaya yang mengancam stabilitas ekonomi global . Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran baru saja merilis peringatan mengerikan bahwa seluruh jalur ekspor minyak dan gas di kawasan Teluk akan diblokir total jika Amerika Serikat (AS) terus berupaya mengendalikan Selat Hormuz .

    Dalam pernyataan resminya pada Selasa waktu setempat, Teheran mengeluarkan ultimatum yang membuat pasar energi dunia terguncang hebat. "Ekspor minyak dan gas regional adalah untuk semua orang, atau tidak sama sekali (Oil for everyone or no one)," tegas perwakilan IRGC sembari menuduh Washington bertindak layaknya 'bajak laut' yang membatasi arus energi global.

    Ancaman lisan ini bukan gertakan semata. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, IRGC mengklaim telah meluncurkan gelombang serangan kelima dalam "Operasi Nasr-2" yang menargetkan langsung infrastruktur militer vital milik AS di Bahrain-pangkalan utama Armada Kelima (Fifth Fleet) Angkatan Laut AS di Teluk Persia.

    Baca Juga: AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?

    Menurut laporan pihak Iran, serangan subuh tersebut berhasil menghancurkan beberapa titik krusial Amerika, meliputi Pusat manajemen NSA (National Security Agency) dan pusat komando kendali militer.

    Kompleks pergudangan raksasa yang menampung suku cadang serta peralatan tempur taktis. Hingga tangki-tangki penyimpanan bahan bakar utama milik Armada Kelima AS.

    Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya

    Situasi mematikan ini terjadi setelah Iran mendeklarasikan penutupan total Selat Hormuz-urat nadi perdagangan minyak dunia yang dilalui sepertiga tanker bumi-sampai militer AS menghentikan intervensi "ilegal" mereka di kawasan tersebut.

    Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Washington kini memegang kendali penuh atas jalur pelayaran strategis tersebut dan bertindak sebagai "pelindung" kebebasan navigasi internasional. Trump bahkan mengancam akan melancarkan serangan balasan yang jauh lebih destruktif.

    Dalam wawancaranya bersama Fox News, Trump tidak menolak kemungkinan digelarnya operasi darat dan secara terbuka kembali membidik Pulau Kharg, yang merupakan jantung dan hub ekspor minyak mentah terbesar milik Iran. Pada awal tahun ini, Trump bahkan sempat sesumbar bahwa militer AS bisa saja merebut pulau tersebut secara paksa untuk "mengambil alih minyaknya."

    Jika Amerika Serikat dan Iran benar-benar terlibat perang terbuka hingga Selat Hormuz ditutup permanen, harga BBM dunia diprediksi akan melonjak ke angka yang tak masuk akal. Apakah langkah nekat Iran ini merupakan pertahanan diri atau justru memicu keruntuhan ekonomi global?.

    (akr)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    Harga Minyak Mendidih...

    IHSG Masih Perkasa,...

    Bappenas Petakan Kekayaan...

    Kilau Emas Meredup,...

    Tabungan Kelas Menengah...

    AS Kembali Picu Perang...

    Komentar
    Additional JS