Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Gencatan Senjata Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Bangga Merasa Menepati Janji Selama Gencatan Senjata di AS, Ledek Sang Rival - Kompas TV

    3 min read

     

    Close Ads x

    Kompas.tv - 11 Juli 2026, 19:15 WIB

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba dalam pertemuan BRICS di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026). (Sumber: Manish Swarup/Associated Press)

    TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran merasa bangga mampu menepati janji selama gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS).

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengungkapkan Iran selalu berkomitmen pada gencatan senjata dengan AS.

    Hal tersebut diungkapkan Araghchi pada postingan di media sosial X.

    Baca Juga: Trump Ancam Bombardir Iran Usai Muncul Rumor Upaya Pembunuhannya: 1.000 Rudal Mengarah ke Sana

    Ia pun meledek sang rival, AS yang disebutnya tak kerap melanggar kesepakatan.

    “Iran sejauh ini selalu menepati kata-katanya, tidak seperti apa yang disebut Menteri Keuangan AS yang melanggar Paragraf 9 dari MoU (Nota Kesepahaman),” ucapnya dikutip dari DW, Sabtu (11/7/2026).

    “Pelanggaran tersebut merupakan kelanjutan dari pelanggaran dan kesalahan lain yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Kenyataan pahitnya, hanya kepatuhan timbal balik yang dapat terwujud,” tambahnya.

    AS dan Iran saling tuding telah melanggar gencatan senjata.

    Iran menuduh AS telah melanggar gencatan senjata setelah kembali melakukan serangan ke sejumlah wilayah Iran.

    Sedangkan AS menuduh Iran yang telah melakukan pelanggaran karena melakukan serangan ke Selat Hormuz.

    Iran menjustifikasi serangan tersebut, karena kapal yang menjadi target melewati jalur yang tak diizinkan di Selat Hormuz.

    Baca Juga: Cuaca Panas Sebabkan Kebakaran Hutan di Spanyol, 11 Orang Tewas

    Sementara itu, AS juga menuntut Iran untuk berjanji secara terbuka menghentikan serangan ke Hormuz.

    “Yang kami tuntut adalah agar Iran mengeluarkan pernyataan publik yang mengakui bahwa semua jalur Selat Hormuz terbuka dan mereka tidak lagi menembaki kapal,” ujar seorang pejabat AS.

    “Mereka harus memberikan pernyataan itu kepada kami, atau kami tidak akan mendapatkan hasil yang baik bagi mereka,” sambungnya.

    Sumber : DW

    Komentar
    Additional JS