Iran Akan Pasang Tarif Selat Hormuz, Negara Sahabat Dapat Perlakuan Khusus - detik

Duta Besar (Dubes) Iran untuk China menegaskan bahwa tarif baru akan dikenakan kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebuah gagasan yang ditolak keras oleh Washington. Namun, dia memastikan bahwa negara-negara "sahabat" akan menerima perlakuan khusus.
Sesuai kesepakatan awal yang dicapai antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang mereka, kapal-kapal komersial akan melintasi selat tersebut secara gratis selama 60 hari. Namun, masih belum jelas apa yang akan berlaku setelah periode tersebut.
Dubes Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan bahwa negaranya sedang bekerja sama dan berkolaborasi dengan Oman mengenai pengaturan baru untuk jalur air vital tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai negara di mana Hormuz merupakan bagian dari perairan teritorialnya, kami pasti akan mengenakan biaya layanan," kata Azli di Forum Perdamaian Dunia di Beijing, dilansir kantor berita AFP, Senin (6/7/2026). Dia menegaskan bahwa biaya tersebut bukanlah "pungutan tol."
"Pengaturan baru ini akan berkaitan dengan jaminan keamanan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, pengawasan jalur pelayaran kapal... dan juga menjamin serta menangani konsekuensi lingkungan dari banyaknya kapal," katanya.
"Kami pasti akan mempertimbangkan perlakuan khusus untuk negara-negara yang bersahabat dengan kami dan secara khusus mendukung kami selama masa-masa sulit," tambahnya.
Selat tersebut biasanya dilalui oleh seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, tetapi hampir sepenuhnya ditutup oleh Iran selama perang Timur Tengah, yang menyebabkan harga energi melonjak.
Iran mencabut blokade Selat Hormuz setelah mencapai kesepakatan awal dengan AS untuk mengakhiri perang Timur Tengah. Negosiasi tentang penyelesaian permanen konflik tersebut saat ini sedang berlangsung.
Simak juga Video 'Iran Minta Negara Lain Tak Campuri Pengelolaan Selat Hormuz':
(ita/ita)