Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Investigasi Ungkap Militer AS Abaikan Peringatan Intelijen Sebelum Serangan ke Sekolah Putri di Iran - Tribunnews

    6 min read

     


    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia

    Investigasi Ini Ungkap Komandan Militer AS Abaikan Peringatan Intelijen Sebelum Serangan ke Sekolah Putri di Iran

    Ringkasan Berita:
    • CNN melaporkan komandan senior militer AS diduga mengabaikan peringatan bahwa data intelijen sejumlah target di Iran sudah usang sebelum menyetujui daftar serangan.
    • Serangan pada 28 Februari 2026 di Minab menewaskan 120 siswi berusia 6–13 tahun dan 36 orang dewasa. Pentagon membuka penyelidikan atas insiden itu.
    • Pemerintah Iran menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang, sementara Presiden Donald Trump mengatakan penyebab pasti insiden tersebut mungkin tidak akan pernah diketahui.

    TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah komandan senior militer Amerika Serikat dilaporkan mengabaikan peringatan kalau data intelijen mengenai sejumlah target di Iran sudah tidak mutakhir sebelum menyetujui daftar sasaran serangan.

    Informasi tersebut diungkap CNN berdasarkan sumber yang disebut mengetahui proses pengambilan keputusan di Pentagon.

    Baca juga: Serangan Israel ke Sekolah Dasar di Iran Tewaskan 108 Orang

    Menurut laporan yang dipublikasikan pada Selasa (8/7/2026), keputusan tersebut disebut berkontribusi pada serangan terhadap sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Iran, pada 28 Februari 2026, hari pertama operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

    Serangan itu dilaporkan menewaskan 120 siswi berusia 6 hingga 13 tahun, serta 36 orang dewasa.

    CNN melaporkan sistem penargetan Pentagon sebenarnya telah memberikan peringatan otomatis bahwa data intelijen untuk beberapa lokasi sasaran berasal dari informasi yang telah berusia beberapa tahun dan memerlukan verifikasi sebelum disetujui sebagai target.

    Namun, menurut tiga sumber yang dikutip CNN, peringatan tersebut dikesampingkan demi mempercepat proses penyusunan daftar sasaran serangan.

    "Peringatan itu diabaikan demi alasan efisiensi," tulis CNN mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut.

    Salah seorang sumber mengatakan kepada CNN bahwa penyebab kesalahan itu telah diketahui tidak lama setelah insiden terjadi.

    "Jelas itu adalah informasi lama," kata sumber tersebut.

    Penyelidikan Pentagon

    Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan penyelidikan resmi atas insiden itu pada Maret lalu.

    Sementara Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Jenderal Brad Cooper, pada Mei menyatakan hasil investigasi akan dipublikasikan setelah proses pemeriksaan selesai.

    Laporan Bloomberg bulan lalu menyebut penyelidikan Pentagon sebenarnya telah rampung pada April.

    Berdasarkan laporan tersebut, insiden itu disebabkan oleh celah dalam sistem penargetan militer.

    Bloomberg melaporkan bahwa seorang analis intelijen AS pada 2019 telah mengidentifikasi lokasi di Minab sebagai sekolah dasar, bukan fasilitas Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

    Namun, pembaruan informasi tersebut disebut hanya dimasukkan ke dalam sistem intelijen digital yang tidak terhubung dengan basis data penargetan resmi Pentagon, sehingga tidak pernah sampai kepada komandan militer yang menyusun daftar sasaran.

    Trump: Penyebabnya Mungkin Tak Pernah Diketahui

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump bulan lalu mengatakan pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas serangan di Minab kemungkinan tidak akan pernah dapat dipastikan.

    "Ada rudal yang beterbangan ke mana-mana, dan apa yang terjadi memang mengerikan. Seseorang mengatakan itu rudal kami, mungkin juga bukan. Saya belum melihat bukti yang membuat saya percaya bahwa itu memang rudal kami," kata Trump.

    Pernyataan tersebut muncul di tengah masih berlangsungnya penyelidikan internal Pentagon mengenai insiden tersebut.

    Iran Sebut Kejahatan Perang

    Pemerintah Iran mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Teheran juga mendesak adanya pertanggungjawaban atas insiden yang menewaskan puluhan warga sipil, termasuk anak-anak.

    Hingga kini, hasil resmi investigasi Pentagon belum dipublikasikan.

    Laporan CNN dan Bloomberg mengutip sumber anonim serta dokumen yang mereka sebut mengetahui proses penyelidikan. 

    Pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi terhadap rincian terbaru yang diungkap kedua media tersebut.

    (oln/cnn/blmbrg/rt/*)

    Komentar
    Additional JS