Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Drone Dunia Internasional Featured Konflik Rusia Ukraina Rusia Spesial Ukraina

    Drone Laut Ukraina Tenggelamkan Kapal Rusia, Dekat Istana Putin - Kompas

    5 min read

     


    GELENDZHIK, KOMPAS.com - Angkatan Laut Ukraina mengklaim telah menenggelamkan sebuah kapal patroli Rusia bernama Emerald di kota resor Laut Hitam, Gelendzhik, Selasa (14/7/2026). 

    Serangan ini menjadi sorotan karena lokasi bersandarnya kapal tersebut berada sangat dekat dengan kompleks mewah yang diduga kuat terkait dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

    Serangan ini dilancarkan menggunakan setidaknya satu drone laut produksi domestik Ukraina, Sargan-3000. 

    Baca juga: Zelensky Rombak Kabinet, PM Ukraina Mengundurkan Diri

    Melalui sebuah unggahan di media sosial, Angkatan Laut Ukraina menyatakan bahwa hantaman drone tersebut menewaskan beberapa awak kapal dan melukai sebagian lainnya. 

    284 Helikopter, 30.029 Tank, dan 174.695 Drone Ukraina Hancur di Tangan Rusia

    Pihak Ukraina juga merilis foto satelit yang memperlihatkan kondisi Emerald yang mengalami kerusakan parah hingga tampak terbelah menjadi dua.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan operasi tersebut. 

    Dia mencatat bahwa serangan sukses ini terjadi di wilayah yang berjarak sekitar sekitar 434 kilometer dari garis depan pertempuran, sebagaimana dilansir Wall Street Journal.

    Baca juga: Ukraina Serang Terminal Minyak Rusia Lagi, Klaim 43 Persen Penyulingan Lumpuh

    Selain kapal Emerald, Zelensky memuji serangan lain yang menyasar sebuah kapal tanker dalam jaringan armada bayangan Rusia.

    Armada bayangan tersebut merupakan jajaran kapal tanker tua yang digunakan Moskwa untuk mengangkut minyak mentah guna mengakali sanksi Barat.

    Menurut informasi dari Angkatan Laut Ukraina, kapal Emerald memiliki panjang 200 kaki dan dilengkapi dengan landasan pendaratan helikopter. 

    Kapal ini tidak dioperasikan oleh militer reguler Rusia, melainkan oleh FSB, badan yang bertugas mematroli perbatasan Rusia sekaligus memimpin tindakan keras terhadap perbedaan pendapat domestik.

    Rekam jejak digital Ukraina mencatat bahwa Emerald pernah terlibat dalam serangan terhadap kapal-kapal Ukraina pada November 2018 di Selat Kerch, perairan sempit yang memisahkan daratan utama Rusia dengan Semenanjung Crimea yang diduduki dan dianeksasi Rusia pada 2014.

    Baca juga: Rusia Rebut Kostyantynivka, Jalur Menuju Kota-kota Besar Ukraina Timur Kini Terbuka

    Dekat istana Putin

    Lokasi serangan di kota Gelendzhik ini berjarak kurang dari 15 mil dari sebuah istana mewah yang sempat menjadi pusat investigasi mendiang aktivis oposisi Rusia, Alexei Navalny.

    Dalam sebuah video yang dirilis pada Januari 2021 tak lama sebelum ditangkap, Navalny menyebut kompleks super ketat tersebut sebagai suap terbesar di dunia untuk Putin yang didanai oleh para pengusaha dekat sang presiden. 

    Istana tersebut memiliki fasilitas kedai teh, amfiteater, hingga landasan helikopter 

    Orang-orang yang mengetahui properti tersebut mengatakan, Putin kerap menghabiskan waktu di sana, meski tidak disebutkan seberapa sering dia berkunjung.

    Baca juga: Meski Kaya Minyak, Rusia Bakal Impor BBM akibat Serangan Ukraina yang Makin Menggila

    Kala video itu viral, Putin membantah kepemilikan istana tersebut. 

    Arkady Rotenberg, seorang pengusaha dan rekan lama Putin, kemudian maju dan mengeklaim dirinya sebagai pemilik sah properti itu.

    Terkait insiden serangan drone laut maupun status istana mewah ini, pihak Kremlin dilaporkan tidak segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

    Navalny sendiri telah meninggal dunia di sebuah penjara terpencil di Arktik pada 2024. 

    Istrinya menuduh Putin berada di balik kematian tersebut akibat keracunan, namun Kremlin membantah keterlibatan mereka dan pejabat Rusia menyatakan Navalny meninggal karena sebab alami.

    Baca juga: Peringatan Belanda, Rusia Bisa Serang Negara NATO Usai Perang Ukraina Berakhir

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Misteri 40.000 Pasukan Rusia Tewas Selama Juni, Taktik Drone Ukraina Jadi Petaka Baru Perang?

    Komentar
    Additional JS