Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Haifa Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Dokumen Bocor: Rudal Iran Hantam Pabrik Minyak Haifa Lebih Parah dari Pengakuan Israel - Pars Todat

    3 min read

     


    Pars Today - Sebuah dokumen baru dari Kementerian Dalam Negeri Rezim Zionis, yang dirilis pada Senin (29/6) malam, mengungkap dimensi tersembunyi dari kerusakan yang diderita oleh kompleks kilang "Bazan" di Teluk Haifa. Dokumen ini, yang diterbitkan dalam kerangka proses persetujuan operasi rekonstruksi, menunjukkan bahwa kerusakannya jauh lebih parah daripada yang diakui oleh otoritas Israel sebelumnya.

    Melansir Fars News, 30 Juni 2026, setelah serangan rudal Iran dalam dua kesempatan terpisah, otoritas Zionis berusaha meremehkan kerusakan yang terjadi. Eli Cohen, Menteri Energi dan Infrastruktur Rezim Zionis, segera setelah rudal-rudal menghantam, menyatakan bahwa "tidak ada kerusakan pada fasilitas produksi dan tidak akan ada gangguan pada pasokan bahan bakar". Namun, dokumen baru Kementerian Dalam Negeri memberikan narasi yang berbeda.

    Menurut laporan media-media Ibrani, termasuk situs Ynet dan The Times of Israel yang memperoleh dokumen tersebut, kerusakannya jauh lebih besar daripada yang dilaporkan sebelumnya. Berdasarkan dokumen ini, operasi rekonstruksi penuh kilang akan berlangsung hingga tahun 2028 , sementara berdasarkan keputusan pemerintah sebelumnya, kompleks ini dijadwalkan untuk ditutup dan dipindahkan dari Haifa pada tahun 2031.

    Dokumen pemerintah ini mengungkap daftar kerusakan baru yang sebelumnya tidak diumumkan. Menurut informasi yang dipublikasikan di situs Yeshiva World News, selain kerusakan sebelumnya pada turbin gas, kerusakan baru juga terjadi pada ketel uap, ruang listrik, dan sistem pendukung.

    Salah satu poin terpenting adalah kerusakan permanen pada tangki penyimpanan produk minyak, yang menurut dokumen tersebut, memerlukan pembangunan tangki baru dengan kapasitas 12.700 meter kubik.

    Situs Walla juga melaporkan, mengutip dokumen tersebut, bahwa luas konstruksi yang diizinkan untuk rekonstruksi kompleks setelah operasi "Raungan Singa" (Perang Ramadan) hampir dua kali lipat dari luas yang disetujui setelah perang 12 hari, yang menunjukkan besarnya kerusakan.

    Dampak Langsung pada Produksi Bensin

    Dokumen rezim Israel secara eksplisit menyatakan bahwa kerusakan pada tangki penyimpanan kilang Haifa secara langsung mempengaruhi "kemampuan untuk memproduksi bensin sesuai dengan standar pasar dan memasoknya ke konsumen". Ini bertentangan dengan pernyataan Menteri Energi Rezim Zionis yang sebelumnya membantah adanya dampak pada pasokan bahan bakar.

    Situs The Jerusalem Post, dalam sebuah laporan analitis yang mengutip para ahli lingkungan, memperingatkan bahwa kompleks ini dapat berubah menjadi "bom waktu", dan menekankan bahwa setiap serangan yang lebih serius terhadap fasilitas ini dapat menyebabkan bencana kemanusiaan dan lingkungan di wilayah Haifa.

    Upaya Rekonstruksi Cepat Meskipun Ada Keputusan Penutupan

    Menariknya, Kementerian Dalam Negeri Rezim Zionis, dengan mengacu pada Pasal 266E dari Undang-Undang Perencanaan dan Konstruksi, telah mengeluarkan perintah darurat untuk rekonstruksi kompleks, menggambarkannya sebagai "sesuatu yang penting untuk memasok bahan bakar Israel".

    Menurut laporan situs Israel Defense, perintah ini mengizinkan kilang untuk melakukan operasi rekonstruksi tanpa perlu mendapatkan izin bangunan.

    Kota Haifa dan para aktivis lingkungan, dengan mengajukan petisi ke Mahkamah Agung, menuntut penghentian proses ini. Menurut The Times of Israel, Avihai Han, wakil walikota Haifa, menggambarkan tindakan ini sebagai "kurangnya transparansi" dan "pelaksanaan di atas kepala pejabat terpilih dan penduduk", dan menekankan bahwa investasi besar-besaran di pabrik yang akan ditutup tidak masuk akal.

    Pengungkapan dokumen ini adalah pukulan telak bagi narasi Israel bahwa serangan rudal Iran tidak efektif. Ini menunjukkan bahwa Iran berhasil menimbulkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur kritis Israel, dan bahwa pemerintah Israel telah berusaha menyembunyikan fakta ini dari publik.

    Peringatan bahwa kilang Bazan dapat menjadi "bom waktu" sangat mengkhawatirkan. Kilang ini terletak di daerah padat penduduk di Teluk Haifa, dan setiap kecelakaan besar atau serangan lebih lanjut dapat menyebabkan bencana lingkungan yang dahsyat, mirip dengan kecelakaan di pabrik kimia Bhopal atau Chernobyl.

    Kontradiksi antara perintah darurat untuk merekonstruksi kilang dan keputusan sebelumnya untuk menutupnya pada tahun 2031 menunjukkan kebingungan dan ketidakkonsistenan dalam kebijakan energi Israel. Ini juga menunjukkan bahwa Israel mungkin terpaksa mempertahankan kilang yang sudah tua dan berbahaya karena kebutuhan energi yang mendesak.

    Pengungkapan ini dapat berdampak signifikan pada politik Israel. Publik mungkin akan mempertanyakan mengapa pemerintah menyembunyikan kebenaran tentang kerusakan, dan mengapa mereka menginvestasikan miliaran shekel untuk merekonstruksi fasilitas yang seharusnya ditutup. Ini adalah isu yang dapat dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik Netanyahu.(Sail)

    Komentar
    Additional JS