Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kesehatan Spesial

    Cabut 12 Gigi Sekaligus, Klinik di China Diduga Abaikan Kondisi Pasien Berpenyakit Jantung - Tribunnews

    7 min read

     

    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Sebuah klinik di China dihukum setelah mencabut seluruh 12 gigi seorang pria berusia 63 tahun yang memiliki penyakit jantung dan diabetes, lalu memasang 10 implan dalam satu prosedur.
    • Keluarga menemukan dugaan pelanggaran, termasuk rekam medis yang tidak lengkap dan kemungkinan dipalsukan.
    • Otoritas memerintahkan klinik mengembalikan biaya perawatan dan menghentikan operasionalnya sementara.

    TRIBUNNEWS.COM - Sebuah klinik di China dihukum oleh pihak berwenang setelah mencabut seluruh 12 gigi yang tersisa dari seorang pria berusia 63 tahun,  South China Morning Post melaporkan.

    Pria tersebut diketahui menderita tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, yang membuat prosedur pencabutan giginya berisiko tinggi.

    Pria bernama Li, warga Baoji, Provinsi Shaanxi, awalnya mendatangi Klinik Gigi Datuanyuan untuk memeriksakan giginya yang sakit pada September tahun lalu.

    Li baru-baru ini mengatakan kepada media China bahwa ia tergiur iklan klinik tersebut, yang berbunyi seperti "Dapatkan implan gigi di pagi hari dan makan daging di siang hari" serta "Miliki gigi lengkap, hidup hingga usia lebih dari 100 tahun."

    Para staf bahkan mengirim mobil untuk menjemputnya dan menawarkan pemeriksaan gratis.

    Pada akhirnya, seluruh 12 giginya yang masih tersisa dicabut dan digantikan dengan 10 implan.

    Setelah prosedur selesai, staf klinik menarik seluruh dana sebesar 18.800 yuan (sekitar Rp50 juta) dari rekening bank dan dompet digital Li.

    Ia bahkan masih menyisakan tagihan sebesar 6.200 yuan (sekitar Rp16,5 juta).

    Li berkata, "Ketika putra saya menemukan saya, mulut saya penuh darah, dan saya hanya memiliki 30 yuan (sekitar Rp78 ribu) untuk ongkos bus."

    Hal yang paling membuat keluarganya keberatan adalah kondisi kesehatan Li.

    Li menderita penyakit jantung koroner, pernah mengalami infark miokard, mengidap diabetes, serta tekanan darah tinggi.

    Baca juga: Viral Pria di Padang Pariaman Ngaku Buta usai Cabut Gigi, Keluarga Laporkan Klinik

    Ia juga memiliki empat stent koroner.

    Kondisi tersebut membutuhkan kehati-hatian ekstra dalam pencabutan gigi.

    Bahkan, pada beberapa kasus, pemasangan implan gigi secara langsung tidak dianjurkan bagi pasien dengan penyakit-penyakit tersebut.

    Menurut Fu Dongjie, dokter gigi di Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, penderita diabetes sebaiknya tidak menjalani prosedur implan gigi hingga kondisi mereka terkendali.

    Melakukan pemasangan banyak implan sekaligus juga memiliki risiko tinggi.

    Pada 2024, seorang pria di China dilaporkan meninggal dunia 13 hari setelah menjalani prosedur pencabutan 23 gigi dan pemasangan 12 implan dalam satu kali tindakan.

    Keluarga Li kemudian melaporkan klinik tersebut ke biro kesehatan setempat sebanyak tiga kali.

    Mereka juga memperjuangkan hak Li dengan menyatakan bahwa catatan medis yang diberikan klinik tidak lengkap.

    Putra Li mengatakan, klinik selalu dapat menyerahkan dokumen yang sebelumnya hilang setiap kali ia menemukan kejanggalan.

    Ia pun menduga klinik tersebut memalsukan dokumen.

    Selain itu, jenis kelamin Li bahkan tercatat sebagai "perempuan" dalam rekam medis.

    Selain itu, klinik baru menyerahkan catatan konsultasi kardiologi praoperasi enam bulan setelah tindakan dilakukan.

    "Apakah benar-benar ada konsultasi kardiologi sebelum prosedur? Mengapa mereka tidak memberi tahu keluarga pasien? Mereka terlalu berani," kata putra Li.

    Pada Juli, biro kesehatan setempat akhirnya menyimpulkan bahwa klinik tersebut melakukan sejumlah pelanggaran, antara lain tidak memberikan pilihan rencana perawatan, gagal melakukan penilaian praoperasi secara menyeluruh, serta tidak menyimpan rekam medis sesuai standar.

    Pihak berwenang memerintahkan klinik tersebut mengembalikan biaya perawatan kepada Li dan menutup operasionalnya sementara untuk melakukan perbaikan.

    "Pria itu benar-benar beruntung bisa selamat setelah seluruh 12 giginya dicabut sekaligus," tulis seorang pengguna media sosial.

    "Apa yang dilakukan klinik itu tidak berbeda dengan pembunuhan," tulis warganet lainnya.

    Tentang Implan Gigi

    Dalam program Beauty Health Tribunnews, Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofacial, dari RS PKU Muhamadiyah Surakarta, drg. Kharisma Nisa, Sp. B.M.M menjelaskan apa itu implan gigi dan fungsinya.

    Diwawancarai jurnalis TribunHealth.com Melia Istighfaroh dari studio Tribunnews di Solo, Jawa Tengah, drg. Kharisma menjelaskan bahwa implan gigi merupakan teknologi modern untuk menggantikan gigi yang hilang dengan menanamkan titanium ke dalam tulang rahang sebagai pengganti akar gigi, kemudian dipasangi mahkota sehingga bentuk dan fungsinya sangat mendekati gigi asli.

    "Implan gigi ini merupakan teknologi terbaru untuk penggantian gigi yang hilang dengan cara menanamkan titanium ke dalam rahang untuk menggantikan akar gigi," ungkap drg. Kharisma.

    Sebelum pemasangan, pasien harus menjalani pemeriksaan menyeluruh, terutama untuk menilai ketebalan dan kepadatan tulang rahang serta kondisi kesehatan umum. 

    "Implan gigi tetap bisa dilakukan pada usia berapa pun, yang terpenting kondisi tulangnya baik dan kondisi kesehatannya memungkinkan."

    Proses pemasangan dilakukan secara bertahap, mulai dari penanaman implan, masa penyatuan dengan tulang selama sekitar 3–6 bulan, hingga pemasangan mahkota gigi.

    Dokter Kharisma menegaskan bahwa implan memiliki sejumlah keunggulan dibanding gigi palsu konvensional maupun jembatan gigi karena tidak memerlukan pengikisan gigi di sebelahnya.

    Implan juga membantu mempertahankan tulang rahang, serta memberikan kenyamanan yang paling menyerupai gigi asli. 

    Namun, keberhasilan implan sangat bergantung pada kebersihan mulut, kondisi kesehatan pasien, dan kontrol rutin ke dokter.

    "Implan itu paling menyerupai gigi asli. Kalau sudah selesai sampai mahkotanya, sudah bebas menggunakannya," ujar drg. Kharisma.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

    Komentar
    Additional JS