Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Ayatollah Ali Khamenei Berita Featured Spesial

    Bendera Merah Berkibar di Pemakaman Ali Khamenei, Apa Artinya? - ntv

    3 min read

     

    Ntvnews.id, Taheran - Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang telah berlangsung sejak 3 Juli lalu diwarnai dengan pengibaran spanduk dan bendera merah oleh para pelayat.

    Dalam tradisi Syiah, bendera merah memiliki makna mendalam sebagai simbol tuntutan pembalasan atas darah seorang pemimpin atau tokoh yang dianggap terbunuh secara tidak adil.

    Mengutip Al Jazeera, Senin, 6 Juli 2026, sejumlah bendera merah yang berkibar dalam prosesi tersebut memuat berbagai slogan perlawanan, seperti 'Ya Latharat al-Hussein', yang berarti 'wahai pembalas Hussein', serta slogan baru 'Ya Latharat al-Khamenei', yang bermakna 'wahai pembalas Khamenei'. Slogan-slogan itu terlihat memenuhi area Grand Mosalla di Teheran.

    Ungkapan tersebut merujuk pada peristiwa wafatnya Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW, yang terbunuh dalam Pertempuran Karbala pada tahun 680 M. Peristiwa tersebut menjadi salah satu fondasi utama identitas Syiah dan terus diperingati setiap tahun sebagai simbol perjuangan melawan penindasan dan tirani.

    Secara historis, seruan 'Ya Latharat al-Hussein' telah digunakan sebagai simbol untuk menggalang tuntutan pembalasan. Dalam konteks kematian Ali Khamenei, slogan tersebut dipandang sebagai seruan langsung untuk membalas pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematiannya.

    Baca Juga: Iran Gelar Shalat Jenazah Akbar untuk Ali Khamenei, Ratusan Ribu Pelayat Hadir

    Dalam tradisi Syiah, panji merah juga melambangkan darah yang tertumpah secara tidak adil sekaligus menjadi simbol perjuangan untuk menuntut keadilan. Selain bendera merah, para pelayat tampak membawa bendera nasional Iran dan panji kuning yang identik dengan kelompok Hizbullah.

    Jutaan warga diketahui menghadiri salat jenazah untuk Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya yang turut tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di kompleks kediamannya pada 28 Februari lalu.

    Dalam prosesi pemakaman tersebut, hanya tiga putra Ali Khamenei yang terlihat hadir.

    Ribuan pelayat menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, pada 4 Juli 2026. Khamenei meninggal dunia dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. BenRibuan pelayat menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, pada 4 Juli 2026. Khamenei meninggal dunia dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Ben (Antara)

    Mengutip laporan Al Jazeera yang merujuk pada kantor berita Associated Press, ketiga putra Khamenei yang hadir adalah Masoud, Meysam, dan Mostafa.

    Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sebenarnya memiliki kemampuan untuk menyerang Iran saat prosesi pemakaman berlangsung, meskipun pada akhirnya memilih untuk tidak melakukannya.

    "Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja, kami bisa menghabisi mereka semua. Tapi kami tidak akan melakukannya karena nanti kami tidak punya lagi pihak untuk diajak bernegosiasi," kata Trump kepada Axios.

    Komentar
    Additional JS