AS Lancarkan Serangan Ketiga ke Iran, Balas Insiden di Selat Hormuz - Kompas
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat (AS) pada Minggu (12/7/2026) mengatakan, mereka mulai melancarkan serangan terhadap Iran.
Ini merupakan serangan AS ketiga kalinya dalam pekan ini, sebagai tanggapan atas serangan terhadap sebuah kapal yang melewati Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan, pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terang-terangan menyerang sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang melintasi Selat Hormuz yang menyebabkan satu anggota kru hilang.
Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Babak Baru Ketegangan dengan AS
“Iran diberi kesempatan lagi untuk menunjukkan kepatuhan terhadap Nota Kesepahaman setelah dimintai pertanggungjawaban atas serangan sebelumnya terhadap kapal-kapal komersial, tetapi sekali lagi gagal,” kata Centcom dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari CNN.
Iran Vs AS Perang Lagi: Teheran Serang Kapal, Washington Hantam 80 Target, IRGC “Tersengat”
Serangan pejabat AS menuturkan, serangan tersebut masih berlangsung hingga kini.
“Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka menanggung akibatnya,” kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth di media sosial.
Baca juga: Iran Tuduh Kelompok Garis Keras Tembaki Kapal di Selat Hormuz
Iran tutup Selat Hormuz
Serangan ini berlangsung tak lama setelah IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui lembaga penyiaran negara, IRB, Angkatan Laut IRGC mengatakan, campur tangan asing dan upaya untuk menetapkan "jalur ilegal" melalui selat tersebut akan ditanggapi dengan tegas.
Dikutip dari Al Jazeera, IRGC memperingatkan, setiap agresi Amerika Serikat (AS) sebagai akibat dari penutupan ini akan ditanggapi dengan keras.
Baca juga: Tiga Kapal Ditembak, AS Desak Iran Umumkan Hormuz Terbuka
Mereka menyatakan telah menargetkan kapal dengan tembakan peringatan, karena mematikan sistemnya dan menyimpang dari rute yang disetujui Iran.
Disebutkan bahwa beberapa kapal telah mengabaikan peringatan untuk memperbaiki haluan dan bergerak sesuai rute yang disetujui.
Hal ini terjadi setelah insiden awal pekan ini ketika tiga kapal tanker komersial diserang, yang memicu baku tembak dengan AS.
Angkatan Laut IRGC menegaskan, tidak ada kapal yang akan diizinkan melewati selat tersebut sampai campur tangan AS di wilayah itu berakhir.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Bersumpah Akan Balas Kematian Ayahnya
AS sempat optimis Selat Hormuz akan dibuka total
Sebelumnya, para pejabat AS mengatakan, mereka memperkirakan Iran akan mengeluarkan pernyataan publik dalam beberapa hari mendatang yang mengakui bahwa semua jalur melalui Selat Hormuz terbuka.
Selain itu, pasukan Iran juga akan berhenti menembaki kapal-kapal yang melewati jalur air yang sempit tersebut.
Para pejabat yang berbicara kepada wartawan dengan syarat anonim itu menuturkan, jika Iran tidak mengeluarkan pernyataan tersebut dan tetap berpegang teguh pada pernyataan itu, AS tidak akan mendapatkan hasil yang baik.
Dalam percakapan selama 30 menit, para pejabat menjelaskan, para negosiator Iran telah memberi tahu mereka bahwa serangan pesawat tak berawak terhadap kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz dilakukan oleh unit-unit pemberontak dari IRGC yang berupaya merusak kesepakatan nuklir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
NATO Mau "Obok-obok" Selat Hormuz, Iran Tak Tinggal Diam, AS Balas Serangan Dahsyat