AS Kirim Serangan Ketiga dalam Sepekan, Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz - Kompas TV
Kompas.tv - 12 Juli 2026, 14:09 WIB
TEHERAN, KOMPAS.TV - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup hingga waktu yang tidak ditentukan. Pernyataan ini disampaikan IRGC usai militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan ke Iran pada Sabtu (11/7/2026) malam waktu setempat.
IRGC menegaskan Selat Hormuz akan ditutup hingga AS mengakhiri intervensi di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat. IRGC pun menegaskan pihaknya akan membalas setiap tindakan agresi oleh AS.
"Selat Hormuz telah ditutup hingga pemberitahuan lanjutan dan tetap akan ditutup hingga Amerika Seriakt mengakhiri intervensi di kawasan. Tidak ada kapal yang diperbolehkan transit di selat," demikian pernyataan IRGC dikutip PressTV.
Baca Juga: AS Tuntut Iran Bersumpah Secara Terbuka Tak Lagi Menyerang Selat Hormuz
IRGC mengancam akan meningkatkan serangan ke pangakalan-pangkalan AS di Timur Tengah jika serangan ke Iran berlanjut. IRGC menegaskan bahwa AS, Israel, dan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer bertanggung jawab atas penutupan Selat Hormuz.
Sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menyerang 140 target di Iran pada Sabtu (11/7). Serangan ini menjadi yang ketiga selama sepekan terakhir.
Militer AS beralasan menyerang Iran karena kapal dagang di Selat Hormuz diserang. Sedangkan IRGC mengaku sebatas mengeluarkan tindakan peringatan karena terdapat kapal yang melalui rute di luar jalur yang telah ditetapkan Iran.
"Target termasuk situs drone dan rudal Iran, kapabilitas Angkatan Laut, fasilitas gudang amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi surveilans pesisir," demikian pernyataan CENTCOM melalui laman resminya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan perjanjian interim dengan Iran telah "berakhir" usai Teheran menyerang kapal di Selat Hormuz. Namun, Trump mengaku perundingan antara kedua delegasi tetap akan dilanjutkan.
Sementara itu, negosiator sekaligus Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf menekankan pihaknya tidak akan menyepakati perundingan di bawah tekanan AS.
"Era perundingan yang hanya menguntungkan satu pihak telah berakhir. Kami memberi tahu Anda: jaga komitmen atau tanggung akibatnya. Kenyataan sedang mengetuk," kata Qalibaf melalui media sosial X, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: Trump Ancam Bombardir Iran Usai Muncul Rumor Upaya Pembunuhannya: 1.000 Rudal Mengarah ke Sana
Sumber : Kompas TV