Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Ayatollah Ali Khamenei Berita Featured Mojtaba Khamenei Spesial

    Apa Alasan Mojtaba Khamenei Tak Hadiri Pemakaman Ayahnya? Disebut Alami Luka Parah sejak Awal Perang - Tribunnews

    11 min read

     

    11:33 Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (56), diperkirakan tidak akan menghadiri pemakaman ayahnya.
    • Pemakaman digelar beberapa bulan setelah serangan udara menewaskan Ali Khamenei di awal perang yakni pada 28 Februari 2026.
    • Mojtaba Khamenei disebut mengalami luka parah dalam serangan yang menewaskan ayahnya di awal perang.

    TRIBUNNEWS.COM - Iran memulai upacara pemakaman mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei (86) yang berlangsung selama beberapa hari pada Sabtu (4/7/2026).

    Pemakaman digelar beberapa bulan setelah serangan udara menewaskan Ali Khamenei di awal perang yakni pada 28 Februari 2026.

    Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (56), diperkirakan tidak akan menghadiri pemakaman ayahnya, demikian disampaikan seorang pejabat Iran dan seorang diplomat Timur Tengah kepada NBC News.

    Lantas, apa alasan Mojtaba Khamenei tak hadir di pemakaman?

    Mojtaba Khamenei yang diangkat sebagai penerus ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada Maret 2026, belum terlihat di depan umum atau bahkan mengeluarkan pernyataan audio sejak perang dimulai.

    Menurut tiga orang yang mengetahui masalah ini, Mojtaba Khamenei disebut mengalami luka parah dalam serangan yang menewaskan ayahnya di awal perang, dengan luka bakar di wajah dan tubuhnya serta luka yang membutuhkan beberapa operasi pada salah satu kakinya.

    Namun, sejauh mana cedera yang dialami Mojtaba Khamenei dan bagaimana cedera tersebut memengaruhi kemampuannya untuk menjalankan tugasnya masih belum diketahui, kata sumber tersebut.

    Pemakaman Ali Khamenei dimulai pada Jumat (3/7/2026) dengan kunjungan ke peti jenazahnya oleh para kepala dari tiga cabang pemerintahan Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga merupakan negosiator utama dalam pembicaraan dengan AS, seperti yang ditayangkan dalam video oleh televisi pemerintah.

    Sejumlah pejabat asing yang berkunjung, termasuk mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan delegasi dari China, Turki, Arab Saudi, India, dan Afghanistan, juga mengunjungi lokasi tersebut.

    Peti jenazah Ali Khamenei, yang dihiasi dengan bendera Iran, diletakkan di atas alas di panggung putih dengan sorban hitam di atasnya.

    Satu tingkat di bawahnya terdapat peti mati empat anggota keluarga yang tewas bersama Khamenei, termasuk cucunya yang berusia 14 bulan, menurut IRNA.

    Baca juga: Iran Ancam AS-Israel jika Menyerang saat Pemakaman Ali Khamenei

    Kemunculan Jenderal Berpengaruh

    Seorang jenderal berpengaruh yang memimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) paramiliter Iran, Jenderal Ahmad Vahidi, muncul dari persembunyian saat Teheran bersiap untuk upacara pemakaman mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang berlangsung selama beberapa hari.

    Jenderal Ahmad Vahidi belum terlihat di depan umum sejak 8 Februari 2026, beberapa minggu sebelum perang Iran dimulai.

    Mulai Sabtu (4/7/2026), Iran akan mengadakan upacara pemakaman Ali Khamenei selama beberapa hari, dan jenazahnya akan diangkut ke kota-kota di Iran dan negara tetangganya, Irak.

    Upacara pemakaman dimulai di Grand Mosalla di Teheran, di mana pihak berwenang berencana untuk menutup jalan dan aktivitas sehari-hari saat para pelayat mengenang kehidupan Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama beberapa dekade dengan tangan besi sambil menghadapi Barat.

    Foto-foto yang dipublikasikan secara daring oleh media pemerintah Iran menunjukkan Jenderal Ahmad Vahidi menghadiri pertemuan tentang pemakaman Ali Khamenei, Jumat (3/7/2026).

    PEMAKAMAN ALI KHAMENEI - Tangkap layar YouTube Al Jazeera Englis pada Sabtu (4/7/2026) menunjukkan Iran mengadakan upacara pemakaman mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang berlangsung selama beberapa hari.
    PEMAKAMAN ALI KHAMENEI - Tangkap layar YouTube Al Jazeera English pada Sabtu (4/7/2026) menunjukkan Iran mengadakan upacara pemakaman mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang berlangsung selama beberapa hari. (Tangkapan Layar YouTube Al Jazeera)

    Jenderal Ahmad Vahidi kemudian duduk di samping peti jenazah Ali Khamenei saat Iran mengadakan upacara yang lebih kecil untuknya pada Kamis (2/7/2026) malam di dekat bekas rumah pemimpin tertinggi di pusat kota Teheran.

    Dilansir Al Arabiya, para ahli mengatakan, Vahidi telah menjadi pemain utama dalam merumuskan sikap keras Iran dalam menegosiasikan kemungkinan pengakhiran permanen perang dengan Amerika Serikat (AS).

    Vahidi diyakini sebagai bagian dari kelompok kecil yang berhubungan langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang masih bersembunyi setelah dilaporkan terluka dalam serangan Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei.

    Video yang dipublikasikan oleh media pemerintah Iran menunjukkan upacara berkabung untuk Ali Khamenei di kompleks kediamannya di Teheran.

    Serangan udara Israel pada saat-saat pertama perang menewaskan Ali Khamenei dan beberapa anggota keluarganya.

    Media pemerintah mengatakan jenazah Ali Khamenei berada di dalam peti mati di atas panggung, dengan bunga tulip merah berjajar di depannya.

    Tampak seperti kupu-kupu kertas yang tergantung dari langit-langit di depannya.

    Para pelayat yang mengenakan pakaian hitam, yang diidentifikasi oleh media pemerintah sebagai anggota keluarga dari mereka yang kehilangan orang yang dicintai dalam perang 12 hari pada tahun 2025 dan perang Iran baru-baru ini, melemparkan syal dan barang-barang lainnya agar para pelayat dapat menyentuhkannya ke peti mati, sebuah praktik umum di Iran.

    Kemudian, media pemerintah menayangkan gambar peti mati Ali Khamenei yang diselimuti bendera merah. Bendera itu sebelumnya berkibar di atas makam berkubah emas Imam Hussein di Karbala, Irak.

    Baca juga: Israel Bantah Berita Rencana Pembunuhan Pejabat Iran Araghchi dan Ghalibaf

    Diberitakan AP News, kerumunan pria memukul dada mereka secara berirama sebagai tanda berkabung, sebuah praktik umum dalam pemakaman Syiah.

    “Saya di sini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin tercinta saya, Ali Khamenei,” kata Hananeh Mousavi, 27 tahun, sambil menangis, yang menghadiri pemakaman bersama ibunya.

    “Saya tidak pernah menyangka akan melihat hari seperti ini. Saya berharap saya meninggal sebelum tragedi ini terjadi," lanjutnya.

    Panggung terbuka yang didirikan di Grand Mosalla menyerupai panggung tempat Ali Khamenei pernah menyampaikan pidatonya di sebuah husseiniyah di kompleks kediamannya di pusat kota Teheran.

    Lokasi itu hancur dalam serangan udara Israel yang menewaskan Khamenei dan beberapa anggota keluarganya pada awal perang Iran pada 28 Februari 2026.

    Pemerintah Iran memperkirakan jutaan orang akan membanjiri jalan-jalan ibu kota, menyerupai suasana pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989.

    “Kami menghadiri pemakaman untuk menunjukkan bahwa kami semua berkomitmen untuk membela negara dan agama kami,” kata Ali Kazemi, yang datang dari kota Tabriz di barat laut, sekitar 530 kilometer (330 mil) dari Teheran.

    Tingkat partisipasi yang tinggi dapat memberikan dorongan bagi pemerintah Iran, terutama karena mereka berupaya memanfaatkan kendali mereka atas Selat Hormuz dalam negosiasi dengan Amerika Serikat mengenai pengakhiran permanen perang, dan karena kekhawatiran masih tetap ada bahwa Israel dapat menyerang lagi.

    Iran memilih tanggal 4 Juli, peringatan 250 tahun berdirinya AS, untuk memulai upacara pemakaman.

    Meskipun pihak berwenang tidak mengakui waktu tersebut, kerumunan orang di upacara di Teheran meneriakkan: “Matilah Amerika!” — mengulangi seruan yang telah umum di Iran sejak Revolusi Islam 1979 dan pengambilalihan Kedutaan Besar AS serta krisis sandera.

    Jenazah Ali Khamenei akan diangkut ke kota-kota di Iran dan negara tetangganya, Irak.

    Pihak berwenang telah menutup jalan-jalan, wilayah udara, dan kehidupan sehari-hari di Teheran untuk masa berkabung.

    (Tribunnews.com/Nuryanti)

    Komentar
    Additional JS