Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Filipina Gempa Bumi Lintas Peristiwa Spesial

    Update Gempa Filipina M 7,8: 19 Meninggal dan 134 Terluka - Beritasatu

    3 min read

     

    Update Gempa Filipina M 7,8: 19 Meninggal dan 134 Terluka

    Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin 8 Juni 2026. (Philippine Red Cross via AP)

    Manila, Beritasatu.com – Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin (8/6/2026) terus bertambah. Hingga berita ini diturunkan, setidaknya 19 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka.

    ADVERTISEMENT

    Menurut juru bicara dari kantor pertahanan sipil Filipina, Jumlah korban tewas akibat gempa telah meningkat menjadi 19 orang dengan jumlah korban luka-luka kini mencapai 134 orang.

    ADVERTISEMENT

    “Jumlah korban tewas masih perlu diverifikasi dan divalidasi oleh badan penanggulangan bencana resmi. Ada juga tujuh orang yang hilang,” kata juru bicara tersebut, dikutip dari BBC, Senin (8/6/2026). 

    Berdasarkan keterangan pejabat badan penanggulangan bencana Filipina, gempa terjadi di lepas pantai Pulau Mindanao dan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Gempa merobohkan bangunan serta memicu peringatan tsunami di kawasan pesisir yang terdampak, sebagaimana dilansir dari Channel News Asia, Senin (8/6/2026). 

    Pihak berwenang segera mengimbau warga yang tinggal di daerah pantai untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi setelah gempa mengguncang wilayah selatan Kota General Santos, yang berpenduduk sekitar 720.000 jiwa.

    Tidak lama setelah gempa utama terjadi, wilayah tersebut kembali diguncang serangkaian gempa susulan. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,5.

    Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi kantor berita AFP, terlihat tingkat kerusakan akibat gempa yang cukup parah. Sebuah pusat perbelanjaan yang di dalamnya terdapat restoran cepat saji ayam terkenal runtuh dan berubah menjadi puing-puing di Kota General Santos.

    Sementara di lokasi lain, sebuah bangunan di lingkungan kampus sekolah setempat juga dilaporkan ambruk akibat guncangan.

    Menanggapi bencana itu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr memerintahkan respons darurat segera di Mindanao, pulau terbesar kedua Filipina. Ia menginstruksikan berbagai lembaga pemerintah untuk bergerak cepat menyiapkan bantuan kemanusiaan, pusat-pusat evakuasi, serta bersiaga menghadapi kemungkinan operasi pencarian dan penyelamatan.

    "Pemerintah nasional sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," katanya dalam sebuah pernyataan.

    Bencana ini terjadi delapan bulan setelah Filipina mengalami gempa bumi paling mematikan dalam 12 tahun terakhir. Saat itu, gempa dangkal berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang wilayah lepas pantai Pulau Cebu dan menewaskan 79 orang. Dua gempa kuat lainnya juga mengguncang Mindanao hanya dua pekan setelah peristiwa tersebut, dengan gempa terbesar mencapai magnitudo 7,4.

    Simak berita dan artikel lainnya di Google News

    Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

    Komentar
    Additional JS