Trump Setuju Dilusi Uranium Iran Dilakukan di Bawah Pengawasan PBB - VOI
Trump Setuju Dilusi Uranium Iran Dilakukan di Bawah Pengawasan PBB

13 Juni 2026, 03:03
Presiden AS Donald Trump/DOK White House
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyepakati salah satu kemungkinan solusi untuk masalah nuklir Iran adalah dilusi (pengurangan konsentrasi zat) terhadap uranium yang sangat diperkaya di wilayah Iran dilakukan di bawah pengawasan PBB, menurut laporan Axios.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) bersikeras agar seluruh bahan nuklir yang sangat diperkaya dikeluarkan dari Iran.
Dilansir ANTARA dari Axios, Jumat, 12 Juni, langkah-langkah konkret terkait program nuklir Iran akan dilaporkan dan dilaksanakan dalam kerangka kesepakatan lebih luas, yang dapat dicapai setelah penandatanganan nota kesepahaman antara AS dan Iran.
Sebelumnya, Kamis (11/6), Trump mengatakan nota kesepahaman, yang mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz segera tanpa biaya transit serta pemulihan volume pengiriman ke tingkat sebelum perang dalam waktu 30 hari, akan dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk Teheran, hingga mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.
Selanjutnya pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata sementara dan dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad yang berakhir tanpa hasil.
Kemudian, pada 15 Mei, Trump menyatakan ia akan merasa puas jika Iran menghentikan pengayaan uranium selama dua dekade. Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran menyatakan pihaknya tidak ada niat untuk melepaskan hak-hak yang dijamin dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir.
AS pun berupaya membatasi ambisi nuklir Iran—yang diduga ada—sementara Iran bersikeras harus terlebih dahulu menerima jaminan perdamaian sebelum terlibat dalam pembicaraan mengenai program nuklir.