Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Trump Sebut Iran Kekurangan Pangan, Mau Pakai Dana Teheran untuk Beli Hasil Pertanian AS - Kompas

    5 min read

     

    WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Washington berencana menggunakan sebagian dana Iran yang dibekukan untuk membeli produk pertanian AS bagi Iran.

    Berbicara di Gedung Putih pada Kamis (25/6/2026), Trump menyebut langkah itu sebagai pembukaan "pasar baru" bagi para petani AS.

    "Kita memiliki pasar baru yang akan datang, yaitu negara yang indah bernama Iran," kata Trump, sebagaimana dilansir Anadolu.

    Baca juga: Ancaman Trump, Iran Akan Musnah jika AS Putuskan Bertindak

    Ia menambahkan bahwa Iran sedang mengalami kesulitan pangan dan proses pembelian gandum, kedelai, serta jagung dalam jumlah besar akan segera dimulai.

    Detik-detik IRGC Luncurkan Rudal untuk Gempur 8 Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

    Sebelumnya dalam unggahannya di Truth Social pada Selasa (23/6/2026), Trump mengatakan bahwa Iran tengah menghadapi krisis kemanusiaan akibat perang.

    Ia menyebut akan mencabut sanksi terhadap aset Iran dan melepaskan dana tersebut untuk pembelian makanan dan pasokan medis yang seluruhnya berasal dari Amerika Serikat.

    Respons Iran

    Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, membantah klaim AS bahwa aset Iran yang dicairkan akan digunakan untuk membeli hasil pertanian mereka.

    Lihat Foto

    Baca juga: Mantan Dubes RI Ungkap Kekecewaan Iran terhadap Sikap Indonesia

    Pernyataan Trump segera dibantah oleh pemerintah Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan, sangat menarik bahwa tujuan perang yang semula disebut untuk menghancurkan peradaban Iran dan membuat negara itu runtuh kini berubah menjadi upaya memperkaya petani Amerika.

    Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut AS secara keliru mengeklaim bahwa aset Iran yang dicairkan akan digunakan untuk membeli hasil pertanian mereka.

    Dalam unggahannya di X, Ghalibaf menyindir bahwa satu-satunya "hasil panen" yang dipetik AS adalah puluhan tahun ketidakpercayaan yang mereka tanam sendiri.

    Ia juga mengatakan, AS hanya mengekspor kedelai GMO, janji-janji yang diingkari, dan omong kosong.

    Baca juga: Trump Luncurkan Paspor Baru AS Edisi Khusus, Ada Foto Dirinya

    Kondisi petani AS

    The Independent melaporkan, sektor pertanian AS menghadapi masa sulit sejak Trump kembali berkuasa pada Januari 2025 dan menerapkan kebijakan tarif resiprokal yang mengurangi permintaan ekspor hasil pertanian AS serta menekan harga. 

    Karenanya, pemerintah harus menggelontorkan dana talangan sebesar 12 miliar dollar AS (Rp 214 triliun) pada Desember.

    Petani AS sebelumnya juga terdampak perang dagang dengan China pada masa jabatan pertama Trump. Mereka kembali mengalami kesulitan ketika penutupan Selat Hormuz pada musim semi menghambat pengiriman pupuk dan minyak sehingga memicu kelangkaan di dalam negeri.

    Baca juga: Trump Murka Dikritik soal Kesepakatan dengan Iran, Dibela Wapres AS

    Selain itu, kebijakan deportasi imigran ilegal juga menimbulkan persoalan bagi sektor pertanian karena banyak pekerja pertanian tidak memiliki status hukum.

    Belakangan, pemerintahan Trump melonggarkan kebijakan tersebut dengan mempermudah perekrutan pekerja migran.

    Saat ini, Trump juga tengah mengupayakan tambahan anggaran sebesar 87,6 miliar dollar AS (Rp 1.562 triliun) dari Kongres untuk membantu membiayai perang Iran serta memberikan dukungan tambahan bagi petani AS.

    Baca juga: Trump Ancam Beri Tarif 100 Persen jika Eropa Terapkan Pajak Digital

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Detik-detik Jet Tempur AS Gempur 10 Target Militer Iran di Dekat Selat Hormuz

    Komentar
    Additional JS