0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Featured Iran Rudal Pertahanan Spesial

    Tak Biasa, AS Bela Iran, Sebut Teheran Boleh Punya Rudal untuk Pertahanan - Kompas

    5 min read

     

    Tak Biasa, AS Bela Iran, Sebut Teheran Boleh Punya Rudal untuk Pertahanan


    WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance membela pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Iran dapat mempertahankan sebagian kemampuan rudalnya untuk tujuan pertahanan negara.

    Sikap ini berbanding terbalik dari posisi awal AS yang sebelumnya menjadikan penghancuran program rudal balistik Iran sebagai salah satu tujuan utama perang.

    Namun, Vance menjelaskan bahwa pernyataan Trump bukan berarti AS membiarkan Iran memiliki kemampuan rudal yang dapat mengancam dunia.

    Baca juga: Israel Dihujani Hampir 30 Rudal Iran, Sirene Meraung-raung

    Ia mengatakan bahwa negara mana pun, termasuk Iran dan Israel, tidak bisa dilarang memiliki alat pertahanan diri.

    Setelah Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri, Dikawal Ketat Polisi

    “Anda tidak bisa mengatakan kepada sebuah negara, baik Israel maupun Iran, bahwa mereka tidak boleh memiliki pertahanan diri,” kata Vance, sebagaimana dikutip The Times of Israel.

    “Yang dikatakan presiden kemarin hanyalah bahwa, tentu saja, negara-negara di kawasan ini tidak akan melepaskan haknya untuk membela diri,” lanjutnya.

    Program rudal Iran jadi sorotan Israel

    Sejumlah warga Iran saat mengunjungi pameran rudal dan drone militer di Teheran pada 12 November 2025.

    Lihat Foto

    Program rudal balistik Iran menjadi salah satu isu utama yang dikhawatirkan Israel dan sejumlah negara di kawasan.

    Sebelumnya, pemerintahan AS menyebut penghancuran kemampuan rudal Iran sebagai salah satu target perang. Namun, dalam kesepakatan awal terbaru, pembatasan program rudal Iran tidak disebut secara khusus.

    Perubahan sikap ini memicu kritik dari sejumlah pihak di Israel yang menilai kesepakatan tersebut memberikan terlalu banyak keuntungan bagi Teheran.

    Menanggapi kritik itu, Vance justru memperingatkan Israel agar tidak menyerang Trump yang menurutnya menjadi sekutu kuat bagi negara tersebut.

    “Donald J Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada bangsa Israel saat ini,” kata Vance.

    Ia menambahkan, “Jika saya berada di kabinet pemerintah Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang saya miliki di mana pun di dunia.”

    Baca juga: Israel Bersumpah Akan Balas Serangan Rudal Iran, Tunggu Lampu Hijau

    AS tetap ingin batasi Iran

    Selain persoalan rudal, Vance mengatakan Washington ingin Iran memenuhi sejumlah tuntutan lain dalam kesepakatan akhir.

    Meski mengizinkan Iran memiliki rudal, Vance mengatakan bahwa kesepakatan akhir yang diharapkan tercapai dalam dua bulan ke depan akan tetap berupaya mencegah Iran membangun senjata yang dapat mengancam seluruh dunia.

    Di samping itu, AS ingin Iran berhenti mendanai ketidakstabilan regional dan kelompok bersenjata.

    AS juga ingin Iran tidak membangun kembali program senjata nuklirnya.

    Vance menegaskan manfaat dari kesepakatan hanya akan diberikan jika Iran memenuhi janji yang telah dibuat.

    Kesepakatan Iran jadi perdebatan

    The New York Times melaporkan bahwa Vance membela kesepakatan awal penghentian perang dengan Iran sebagai “kemenangan bagi rakyat Amerika”.

    Namun, media tersebut menilai sebagian argumen Vance masih bergantung pada rencana dan klaim yang belum sepenuhnya teruji.

    Kesepakatan awal itu disebut memberikan sejumlah keuntungan bagi Iran, termasuk peluang pemulihan ekonomi melalui pencabutan sanksi minyak serta pembukaan kembali akses terhadap aset yang sebelumnya dibekukan.

    Kesepakatan tersebut juga membuka pembahasan mengenai program nuklir Iran, tetapi beberapa isu masih belum jelas, termasuk masa depan pengayaan uranium Iran.

    Baca juga: Hujan Rudal Iran Tiada Henti, Israel Mulai Jatah Penggunaan Pencegat Kelas Atas

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Perang Hari ke-112: Iran-AS Baru Sepakat Damai, Israel Langsung Menyerang Lagi?

    Komentar
    Additional JS